BHUBANESWAR (India News Desk) — Bhubaneswar, ibu kota negara bagian Odisha, dikenal sebagai “Temple City of India” karena kekayaan situs keagamaan dan warisan sejarahnya. Sekitar delapan kilometer dari pusat kota, berdiri sebuah monumen putih di atas bukit yang menyimpan kisah penting dalam sejarah India: Dhauligiri Shanti Stupa di Bhubaneswar. Tempat ini bukan hanya destinasi wisata, melainkan ruang refleksi atas peristiwa berdarah yang mengubah arah sejarah Asia Selatan.
Bukit Dhauli dan Perang Kalinga
Dhauligiri atau Bukit Dhauli diyakini sebagai salah satu lokasi yang berkaitan dengan Perang Kalinga pada abad ke-3 sebelum Masehi. Perang tersebut terjadi sekitar tahun 261 SM ketika Kekaisaran Maurya di bawah pimpinan Ashoka menaklukkan wilayah Kalinga, yang kini dikenal sebagai Odisha.
Pertempuran itu menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Catatan sejarah menyebutkan ratusan ribu orang tewas, terluka, atau ditawan. Menurut tradisi dan prasasti yang ditinggalkan, pemandangan penderitaan pascaperang di tepi Sungai Daya mengguncang hati Ashoka. Dari titik inilah, ia beralih dari penakluk militer menjadi penguasa yang mempromosikan ajaran Buddha, non-kekerasan, dan tata pemerintahan yang berlandaskan moral.
Di lereng Bukit Dhauli masih terdapat Prasasti Batu Ashoka atau Ashokan Rock Edicts, yang diukir dalam aksara Brahmi. Isi prasasti tersebut menekankan pentingnya dharma, toleransi antaragama, serta kesejahteraan rakyat. Situs ini menjadi salah satu bukti arkeologis penting tentang transformasi politik dan spiritual seorang kaisar besar.
Lahirnya Shanti Stupa

Stupa perdamaian yang kini menjadi ikon Dhauli bukanlah bangunan kuno dari era Maurya. Struktur ini dibangun pada tahun 1972 melalui kerja sama organisasi Buddhis Jepang, Nipponzan Myohoji, dan komunitas Buddhis lokal di Odisha. Nama “Shanti Stupa” berarti stupa perdamaian, mencerminkan pesan universal yang ingin disampaikan.
Bangunan berwarna putih ini berdiri megah di puncak bukit dengan kubah besar dan panel-panel relief yang menggambarkan kehidupan Buddha serta simbol-simbol ajaran damai. Dari puncaknya, pengunjung dapat menyaksikan panorama Sungai Daya dan hamparan dataran hijau di sekitarnya, lanskap yang kontras dengan kisah kelam yang pernah terjadi di tempat itu.
Pengalaman Berkunjung

Perjalanan menuju Dhauligiri Shanti Stupa relatif mudah dari pusat Bhubaneswar. Jalan beraspal yang menanjak membawa pengunjung ke area parkir di dekat puncak bukit. Dari sana, stupa terlihat jelas dengan warna putih mencolok di antara pepohonan.
Suasana di kawasan ini cenderung tenang, terutama pada pagi dan sore hari. Banyak pengunjung duduk mengelilingi stupa, menikmati angin sepoi-sepoi sambil memandang ke arah Sungai Daya. Beberapa datang untuk tujuan spiritual, sementara yang lain tertarik pada nilai sejarahnya.
Di area sekitar juga tersedia pertunjukan cahaya dan suara pada waktu tertentu yang mengisahkan kembali Perang Kalinga dan perubahan hidup Ashoka. Pertunjukan ini membantu pengunjung memahami konteks sejarah tempat tersebut secara lebih naratif.
Makna yang Tersisa

Dhauligiri Shanti Stupa adalah simbol perubahan. Dari medan perang yang penuh darah, lahir pesan perdamaian yang kemudian menyebar luas melalui kebijakan dan misi Buddhis Ashoka ke berbagai wilayah Asia.
Bagi wisatawan, kunjungan ke Dhauli bukan sekadar agenda melihat bangunan indah di atas bukit. Ia adalah perjalanan menyusuri jejak sejarah yang menunjukkan bahwa kekuasaan dapat berubah menjadi welas asih, dan tragedi dapat melahirkan nilai kemanusiaan yang lebih besar.
Di tengah hiruk-pikuk perjalanan wisata di India timur, Dhauligiri Shanti Stupa menawarkan jeda. Sebuah ruang untuk mengingat masa lalu dan merenungkan arti perdamaian dalam konteks masa kini.
Author: Rafi Fadhilah
