By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
India News Desk
  • Home
  • Siaran Pers
  • Bisnis
    BisnisShow More
    Menyambungkan Pembeli, Penjual, dan UMKM dalam Satu Jaringan Terbuka ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026
    Februari 10, 2026
    Mempertemukan Ekosistem Logistik dan Keuangan dalam ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026
    Februari 10, 2026
    Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusi
    Februari 5, 2026
    Thermax EDGE Live® – Memberdayakan Operasi Pabrik yang Cerdas, Andal, dan Efisien
    Desember 17, 2025
    Meinhardt Indonesia Celebrates 50 Years, Strengthens Strategic Investments in National Infrastructure
    September 27, 2025
  • Teknologi
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Internasional
  • Olahraga
  • Media
    • Foto
    • Video
  • Media Monitoring
  • Company Directory
Reading: Sachin Gopalan Isi Webinar PMB UICI, Soroti Open Digital Networks sebagai Masa Depan Perdagangan Digital
Share
India News DeskIndia News Desk
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Wisata
  • Hiburan
  • Budaya
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Siaran Pers
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Internasional
  • Olahraga
  • Media
    • Foto
    • Video
  • Media Monitoring
  • Company Directory
Follow US
  • Advertise
© 2026 indianewsdesk.id. All Rights Reserved.
India News Desk > Blog > Teknologi > Sachin Gopalan Isi Webinar PMB UICI, Soroti Open Digital Networks sebagai Masa Depan Perdagangan Digital
Teknologi

Sachin Gopalan Isi Webinar PMB UICI, Soroti Open Digital Networks sebagai Masa Depan Perdagangan Digital

April 11, 2026 9:25 am
Editor : Rafi Fadhilah
Share
6 Min Read
SHARE

Jakarta (India News Desk) — CEO Indonesia Economic Forum, Sachin V. Gopalan, menjadi pembicara dalam Webinar Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 11 Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) yang mengangkat tema Democratizing Commerce Through Open Digital Networks. Dalam forum ini, ia menyoroti pentingnya transformasi menuju sistem perdagangan digital yang lebih terbuka, inklusif, dan berkelanjutan.

Contents
  • UICI Dorong Teknologi Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat
  • Ekosistem Platform Tertutup Dinilai Tidak Sehat
  • Open Digital Networks Tawarkan Sistem Lebih Adil
  • Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama
  • Membuka Lapangan Kerja dan Peluang Wirausaha
  • Menuju Ekonomi Digital yang Lebih Inklusif

Sachin menilai bahwa ekosistem digital saat ini masih didominasi oleh model platform tertutup yang menciptakan ketimpangan akses dan peluang, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen.

“Digital commerce dunia kita sekarang platform centric. Hanya yang besar yang bisa menang, yang lainnya pasti mati,” ujarnya.

Menurutnya, dominasi platform besar telah menciptakan struktur pasar yang cenderung mengarah pada monopoli atau duopoli, di mana hanya segelintir pemain yang menguasai akses pasar digital.

UICI Dorong Teknologi Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat

Dalam sambutannya, Rektor UICI Asep Saefuddin menekankan bahwa perkembangan teknologi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga hingga ke daerah tertinggal.

Ia menyoroti masih adanya kesenjangan dalam akses dan pemanfaatan teknologi di Indonesia, khususnya di pedesaan. Menurutnya, adopsi teknologi perlu diiringi dengan dampak ekonomi yang jelas bagi masyarakat.

“Apakah teknologi itu menyasar sampai ke pedesaan, dan apakah manfaat ekonominya benar-benar dirasakan, itu yang perlu kita jawab,” ujarnya.

Asep menambahkan bahwa jika teknologi belum mampu menjawab kebutuhan tersebut, maka diperlukan pendekatan baru yang lebih tepat guna dan inklusif.

“Kalau belum menyasar dan belum memberi manfaat, maka kita harus mencari model yang lebih tepat untuk masyarakat,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan komitmen UICI melalui visi Reaching the Unreachable, yakni memperluas akses pendidikan dan teknologi hingga ke wilayah yang sulit dijangkau, termasuk daerah 3T.

Ekosistem Platform Tertutup Dinilai Tidak Sehat

Dalam paparannya, Sachin menjelaskan bahwa sistem platform tertutup membatasi interaksi antara penjual dan pembeli hanya dalam satu ekosistem. Hal ini menyebabkan pelaku usaha harus bergantung pada satu platform untuk menjangkau pasar.

Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pelaku usaha kecil dan menengah, terutama ketika mereka harus bersaing dengan pemain besar yang telah memiliki basis pengguna yang kuat.

“Kalau kita buka aplikasi baru, satu tahun pasti mati karena tidak bisa lawan platform besar,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti biaya komisi yang cukup tinggi dalam model platform, yang berkisar antara 15 hingga 30 persen. Beban ini pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen.

“Platform bisa ambil 15 sampai 30 persen. Tapi sebenarnya yang bayar itu pembeli,” katanya.

Open Digital Networks Tawarkan Sistem Lebih Adil

Sebagai solusi, Sachin memperkenalkan konsep open digital networks melalui inisiatif Indonesia Open Network (ION). Sistem ini dirancang sebagai infrastruktur digital terbuka yang memungkinkan interaksi antara penjual dan pembeli tanpa perantara platform tunggal.

Dalam model ini, transaksi dapat dilakukan tanpa biaya komisi atau dengan biaya yang sangat rendah, sehingga lebih efisien bagi seluruh pihak.

“Kalau di open network, transaction fee bisa nol. Jadi lebih murah, lebih efisien, dan lebih adil,” ungkapnya.

Selain efisiensi biaya, open network juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna. Pembeli dapat mengakses berbagai produk dari banyak penjual dalam satu jaringan, tanpa harus berpindah aplikasi.

Di sisi lain, penjual hanya perlu mengelola satu toko digital yang dapat terhubung ke berbagai kanal distribusi dalam jaringan tersebut.

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama

Sachin menyebut bahwa konsep open network telah berhasil diterapkan di India dan kini mulai diadopsi oleh berbagai negara lain. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu negara dengan tingkat adopsi tercepat.

“India jadi pionir, tapi Indonesia bisa jadi yang paling cepat mengadopsi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan Indonesia Open Network melibatkan dukungan dari pemerintah, asosiasi bisnis, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, menjadikannya sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital nasional.

Membuka Lapangan Kerja dan Peluang Wirausaha

Lebih jauh, Sachin menekankan bahwa open digital networks berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang lebih luas, termasuk dalam hal penciptaan lapangan kerja.

Ia menyebut berbagai profesi baru yang akan muncul, seperti operator digital commerce, pengembang aplikasi jaringan terbuka, hingga spesialis katalog produk dan logistik.

“Lapangan kerja bisa meningkat lima kali karena banyak bisnis baru muncul di daerah,” jelasnya.

Selain itu, model ini juga membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi wirausaha digital tanpa harus menghadapi hambatan biaya teknologi yang tinggi.

“Dengan open network, kalian bisa jadi entrepreneur dari daerah tapi jual ke seluruh Indonesia,” katanya.

Menuju Ekonomi Digital yang Lebih Inklusif

Diskusi dalam webinar ini menegaskan bahwa masa depan perdagangan digital tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh struktur ekosistem yang lebih adil dan terbuka.

Dengan pendekatan open digital networks, diharapkan akses terhadap ekonomi digital dapat lebih merata dan tidak lagi terpusat pada segelintir platform besar.

“Demokratisasi commerce berarti semua orang bisa ikut berpartisipasi dalam ekonomi digital,” tutup Sachin.

 

 

Author: Rafi Fadhilah

Kamu mungkin juga menyukainya

Solusi Pengendalian Polusi Udara Thermax Dukung Industri Indonesia Menuju Operasi Berkelanjutan
Ultraviolette Shockwave Diluncurkan di India dengan Harga Rs 1.50 Lakh
Aptech dan Orbit Future Academy Menjalin Aliansi Strategis di Indonesia Economic Forum untuk Mendorong Ekonomi Digital dan Kreatif Indonesia
Twibbonize: Alat Kreatif untuk Membuat dan Berbagi Twibbon untuk Mendukung Kampanye dan Merayakan Acara
TAGGED:E CommerceEkonomi DigitalIndonesia Open NetworkOpen NetworkSachin Gopalantransformasi digitalUICIUMKMWebinar
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article Guncangan Finansial yang Direkayasa di Indonesia 2026: Apa yang Dapat Dipelajari Lembaga Pemeringkat dari Transformasi Sistemik Indonesia
Next Article asha bhosle Asha Bhosle Wafat di Usia 92 Tahun, Legenda Abadi Musik Bollywood Berpulang
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

Artikel Terbaru

kerja sama tekstil indonesia india
Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global
Internasional Teknologi
April 15, 2026
kendaraan listrik
India Dorong Revolusi Kendaraan Listrik Lewat Insentif Besar Hingga 2030
Internasional Teknologi
April 14, 2026
asha bhosle
Asha Bhosle Wafat di Usia 92 Tahun, Legenda Abadi Musik Bollywood Berpulang
Internasional Lainnya
April 13, 2026
Guncangan Finansial yang Direkayasa di Indonesia 2026: Apa yang Dapat Dipelajari Lembaga Pemeringkat dari Transformasi Sistemik Indonesia
Lainnya
April 10, 2026
India News Desk
India News Desk

PT. Chairos International Ventures

Jl. Kemang Sel. No.98, RT.11/RW.4, Cilandak Tim., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Navigation

  • Beranda
  • Blog
  • Contact
  • Tentang Kami

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

Thank you. Check your inbox or spam folder to confirm your subscription.

© 2026 India News Desk. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?