JAKARTA (India News Desk) — India dan Uni Eropa secara resmi mengumumkan selesainya perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA), sebuah tonggak penting dalam salah satu kemitraan ekonomi paling strategis di dunia. Perjanjian ini dirancang sebagai kerangka perdagangan modern dan berbasis aturan yang menjawab tantangan global kontemporer, sekaligus memperdalam integrasi pasar antara dua kawasan ekonomi besar dunia.
Dengan total nilai pasar gabungan mencapai sekitar USD 24 triliun dan mencakup hampir dua miliar penduduk, FTA ini membuka peluang besar bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan inovasi antara India dan Uni Eropa.
Akses Pasar Luas bagi Ekspor India
Melalui FTA ini, India memperoleh akses pasar preferensial ke Uni Eropa untuk sekitar 97 persen pos tarif, yang mencakup lebih dari 99 persen nilai ekspor India. Sebagian besar produk unggulan India, khususnya sektor padat karya seperti tekstil, garmen, kulit dan alas kaki, teh, kopi, rempah-rempah, perhiasan, mainan, serta produk kelautan, akan menikmati penghapusan bea masuk secara langsung atau bertahap.
Kebijakan ini diharapkan meningkatkan daya saing produk India di pasar Eropa, sekaligus memperkuat integrasi industri India ke dalam rantai nilai global dan Eropa.
Mendorong Pertumbuhan Perdagangan dan Investasi Dua Arah
Perdagangan barang antara India dan Uni Eropa terus menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan nilai mencapai lebih dari USD 136 miliar pada 2024–2025. Sementara itu, perdagangan jasa kedua pihak juga berkembang pesat dan menjadi salah satu pilar utama kerja sama ekonomi di masa depan.
FTA ini menciptakan lingkungan perdagangan yang stabil dan dapat diprediksi, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk merencanakan investasi jangka panjang dan memperluas kehadiran mereka di pasar Eropa.
Dukungan bagi Sektor Pertanian dan Ketahanan Domestik
Perjanjian ini juga memberikan akses pasar preferensial bagi berbagai produk pertanian dan pangan olahan India, seperti teh, kopi, rempah-rempah, anggur, serta produk hortikultura. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ekonomi pedesaan, dan mendorong daya saing produk pertanian India di pasar global.
Pada saat yang sama, India tetap menerapkan perlindungan yang memadai bagi sektor-sektor sensitif guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekspor dan kepentingan domestik.
Perdagangan Jasa dan Mobilitas Talenta
Sebagai bagian penting dari FTA, India dan Uni Eropa menyepakati komitmen luas di sektor jasa, termasuk teknologi informasi, layanan profesional, pendidikan, dan layanan bisnis. Perjanjian ini memberikan kepastian akses pasar dan perlakuan non-diskriminatif bagi penyedia jasa dari kedua pihak.
FTA juga memperkuat kerangka mobilitas tenaga profesional, membuka peluang lebih luas bagi profesional India untuk bekerja dan memberikan layanan di negara-negara Uni Eropa.
Menuju Kemitraan Ekonomi Masa Depan
Perjanjian Perdagangan Bebas India–Uni Eropa menandai transformasi hubungan bilateral dari kerja sama tradisional menuju kemitraan ekonomi modern dan multifaset. Dengan mengedepankan keterbukaan, keberlanjutan, dan pertumbuhan inklusif, FTA ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemakmuran bersama serta ketahanan ekonomi jangka panjang di tengah dinamika global yang terus berubah.
Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi:
https://www.pib.gov.in/PressReleasePage.aspx?PRID=2219146®=3&lang=2#:~:text=Bilateral%20merchandise%20trade%20between%20India,Crore%20(USD%2083.10%20billion)%20in
