JAKARTA (India News Desk) — HYBE membuka audisi girl group di India sebagai bagian dari ekspansi globalnya, menandai langkah baru dalam strategi K-pop yang semakin berfokus pada talenta lokal untuk pasar internasional. Langkah ini juga mencerminkan perubahan arah industri hiburan global yang kini semakin kompetitif, di mana perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan ekspor konten, tetapi mulai membangun basis produksi di berbagai negara.
Perubahan pendekatan ini menunjukkan bahwa K-pop tidak lagi sekadar identik dengan Korea Selatan, melainkan telah berkembang menjadi sistem produksi yang dapat diadaptasi di berbagai pasar.
Audisi Nasional, Ambisi Internasional
HYBE India secara resmi membuka audisi bagi perempuan muda di seluruh India, dengan kriteria usia kelahiran antara 2005 hingga 2011. Kandidat akan dinilai berdasarkan berbagai kemampuan, mulai dari vokal, rap, tari, hingga akting dan modeling.
Proses seleksi dilakukan melalui kombinasi audisi daring dan tatap muka di sejumlah kota besar seperti Mumbai, Delhi, Chennai, hingga Bengaluru. Program ini berlangsung hingga 31 Juli 2026 dan mencakup berbagai tahap seleksi, menjadikannya salah satu pencarian talenta berskala nasional yang paling luas yang pernah dilakukan oleh perusahaan tersebut di kawasan Asia Selatan.
CEO HYBE India, Lee Woo-chang, menilai bahwa inisiatif ini hadir untuk menjawab kebutuhan yang selama ini belum terpenuhi di industri hiburan India.
“India memiliki banyak individu berbakat dan bersemangat, tetapi ada kekurangan jalur yang konsisten menuju panggung global.”
Ia menambahkan bahwa audisi ini dirancang sebagai pintu masuk menuju sistem pelatihan yang lebih terstruktur.
“HYBE India telah membangun sistem pelatihan dan pengembangan yang disesuaikan dengan pasar lokal. Audisi ini akan menjadi titik awal baru bagi talenta muda.”
Mengisi Kekosongan Jalur Global

India memiliki industri hiburan yang besar dan dinamis, dengan basis penonton domestik yang kuat serta pertumbuhan konsumsi digital yang pesat. Namun, akses menuju pasar global masih belum terstruktur, terutama dalam format pop modern seperti K-pop yang mengandalkan sistem pelatihan intensif dan produksi terintegrasi.
Berbeda dengan Korea Selatan yang telah mengembangkan sistem pelatihan artis secara menyeluruh, mulai dari seleksi, pelatihan, hingga manajemen karir, banyak pasar lain masih belum memiliki ekosistem yang komprehensif itu. Hal inilah yang coba dijembatani oleh HYBE melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pelatihan, produksi, dan distribusi dalam satu sistem.
Dalam konteks ini, proyek girl group India menjadi lebih dari sekadar peluncuran grup baru. Ini merupakan upaya untuk membangun jalur yang lebih jelas bagi talenta lokal agar dapat bersaing di tingkat internasional.
“India tidak pernah kekurangan talenta atau ambisi, yang selama ini kurang adalah jalur yang konsisten menuju panggung global.”
Strategi Global yang Semakin Terlokalisasi
Ekspansi ke India merupakan bagian dari strategi global HYBE yang dikenal dengan pendekatan “multihome, multigenre”. Strategi ini menekankan pentingnya membangun basis produksi di berbagai negara, bukan hanya mengandalkan pusat di Korea Selatan.
Sebelumnya, HYBE telah memperluas jangkauannya ke pasar Amerika Serikat dan Amerika Latin melalui berbagai proyek lokal yang dirancang untuk menjangkau audiens global. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memperluas pengaruh perusahaan di luar Asia Timur.
Dengan masuknya India ke dalam peta ekspansi ini, HYBE menunjukkan ambisinya untuk membangun jaringan produksi global yang lebih terdesentralisasi dan adaptif terhadap karakter masing-masing pasar.
Membangun Identitas Global dari Akar Lokal
Salah satu fokus utama proyek ini adalah mempertahankan identitas lokal sebagai bagian dari daya tarik global. Girl group yang akan dibentuk diharapkan tidak hanya mengikuti standar K-pop, tetapi juga membawa cerita, budaya, dan perspektif khas India ke panggung internasional.
Pendekatan ini mencerminkan perubahan dalam industri hiburan global, di mana keberagaman dan autentisitas menjadi nilai tambah yang semakin penting. Audiens global kini cenderung lebih menerima konten yang memiliki identitas kuat dan berbeda, dibandingkan produk yang seragam.
Dengan memadukan standar produksi global dan identitas lokal, HYBE berupaya menciptakan model baru dalam pengembangan artis yang mampu menjangkau berbagai pasar sekaligus.
India sebagai Kandidat Kekuatan Baru Budaya Pop
Dengan populasi muda yang besar, penetrasi digital yang terus meningkat, serta minat terhadap budaya pop yang tinggi, India dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat baru dalam industri hiburan global.
Langkah HYBE membuka audisi nasional ini dapat menjadi titik awal perubahan yang lebih luas. Jika berhasil, proyek ini tidak hanya akan melahirkan grup baru, tetapi juga memperluas definisi K-pop itu sendiri, dari genre berbasis negara menjadi sistem produksi global yang fleksibel dan terus berkembang.
Author: Rafi Fadhilah
