JAKARTA (India News Desk) — Kedatangan Skuadron Latih Pertama Angkatan Laut India di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, menjadi momentum penting dalam penguatan hubungan maritim antara India dan Indonesia. Kunjungan pelabuhan yang berlangsung pada 20 hingga 23 Januari 2026 ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara dalam memperkuat keamanan maritim kawasan serta kerja sama bilateral yang telah terjalin lama.
Skuadron tersebut terdiri atas INS TIR, INS Shardul, INS Sujata, dan ICGS Sarathi. Setibanya di Belawan, kapal kapal Angkatan Laut India disambut oleh Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, bersama para perwira senior TNI Angkatan Laut. Penyambutan ini menegaskan eratnya hubungan persahabatan dan kepercayaan antara India dan Indonesia sebagai negara maritim.
Misi Latihan dan Keterlibatan Strategis
Kunjungan ini merupakan bagian dari program Skuadron Latih Pertama Angkatan Laut India yang bertujuan memberikan pengalaman operasional di perairan internasional bagi para perwira muda Angkatan Laut India. Indonesia, sebagai mitra strategis di Asia Tenggara dan sesama negara Samudra Hindia, memiliki peran penting dalam agenda kerja sama maritim India.
Selain misi pelatihan, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat keterlibatan strategis kedua angkatan laut dalam menjaga stabilitas kawasan, khususnya di wilayah Selat Malaka dan Indo Pasifik.
Visi Maritim Bersama India dan Indonesia
Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, menekankan pentingnya kolaborasi maritim antara kedua negara. “Setiap kali kapal kapal India berkunjung ke Indonesia, kami selalu bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut untuk membangun koordinasi dan saling pengertian yang lebih baik. Sangat penting bagi kedua angkatan laut untuk berkolaborasi karena kita berbagi wilayah laut yang sama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan visi bersama India dan Indonesia dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta kebebasan navigasi di kawasan perairan regional.
Dialog Strategis dan Kunjungan Kehormatan

Selama kunjungan pelabuhan, para perwira senior dari kedua negara melaksanakan kunjungan kehormatan dan dialog strategis di Markas Komando TNI Angkatan Laut wilayah Belawan. Pertemuan tersebut membahas penguatan komunikasi antar angkatan laut, pengembangan kerja sama maritim, serta diplomasi pertahanan.
Asisten Operasi Komando Daerah TNI Angkatan Laut I, Kolonel Laut (P) Wirawan Ady P, menyampaikan bahwa kunjungan ini memiliki nilai strategis yang tinggi. “Kunjungan ini mencerminkan eratnya persahabatan dan kepercayaan antara Indonesia dan India sebagai negara maritim. Ini merupakan sarana strategis untuk memperkuat kerja sama pertahanan laut dan keamanan kawasan,” ungkapnya.
Interaksi Personel dan Pertukaran Budaya
Selain agenda resmi, rangkaian kegiatan kunjungan juga mencakup berbagai aktivitas interaktif yang bertujuan mempererat hubungan antar personel kedua angkatan laut. Kegiatan tersebut meliputi program open ship, pertukaran pengalaman profesional, olahraga bersama, serta kunjungan budaya.
Interaksi ini menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan, rasa saling percaya, dan pemahaman lintas budaya yang berkelanjutan antara prajurit laut Indonesia dan India.
Profil Kapal Angkatan Laut India

Keempat kapal yang berkunjung ke Belawan memiliki peran dan kemampuan yang berbeda. INS TIR (A-86) merupakan kapal latih utama Angkatan Laut India yang secara khusus didedikasikan untuk pendidikan dan pembinaan taruna serta perwira muda. Kapal ini berfungsi sebagai sekolah terapung yang memberikan pelatihan navigasi, kepemimpinan, dan operasi laut secara langsung di perairan internasional, sehingga membekali generasi muda Angkatan Laut India dengan pengalaman profesional sejak dini.
Selanjutnya, INS Shardul adalah kapal jenis landing ship tank (LST) amfibi yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan, kendaraan tempur, serta perlengkapan logistik dalam jumlah besar. Kapal ini dirancang untuk mendukung operasi pendaratan dan bantuan kemanusiaan, sekaligus mencerminkan kapasitas Angkatan Laut India dalam mendukung misi militer maupun non militer di kawasan maritim.
Sementara INS Sujata merupakan kapal patroli lepas pantai yang berperan dalam tugas pengawalan, patroli perbatasan, serta pemantauan keamanan laut. Kapal ini dirancang untuk beroperasi dalam durasi panjang dan mendukung misi diplomasi maritim melalui kehadiran yang konsisten di perairan regional.
Terakhir, ada ICGS Sarathi yang merupakan kapal milik Penjaga Pantai India yang dilengkapi dengan kemampuan manuver tinggi dan sistem pengawasan modern. Kapal ini berperan penting dalam pengamanan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), penegakan hukum di laut, serta peningkatan keselamatan dan keamanan maritim, termasuk melalui kerja sama dengan mitra regional.
Memperkuat Kemitraan Maritim India–ASEAN
Kunjungan Skuadron Latih Angkatan Laut India ke Belawan menegaskan komitmen India dalam memperkuat kemitraan maritim dengan negara negara ASEAN melalui kerja sama konkret dan dialog yang berkelanjutan.
Sebagai negara negara maritim yang berbagi kepentingan di kawasan Samudra Hindia, India dan Indonesia terus berupaya membangun kepercayaan, meningkatkan kerja sama operasional, serta berkontribusi secara positif bagi perdamaian dan keamanan kawasan melalui kolaborasi maritim yang konsisten dan berorientasi ke masa depan.
Author: Rafi Fadhilah
