Jakarta (India News Desk) — Rumah mode mewah asal Italia, Prada, resmi meluncurkan koleksi sandal edisi terbatas bertajuk “PRADA Made in India x Inspired by Kolhapuri Chappals” pada Senin (27/4/2026). Dengan harga sekitar 750 euro per pasang atau setara Rp13–14 juta. Koleksi ini kini tersedia secara global melalui 40 butik terpilih serta platform daring resmi Prada, menandai babak baru kolaborasi lintas budaya antara warisan kerajinan India dan ekspresi desain kontemporer.
Peluncuran ini tidak hanya menghadirkan produk fesyen, tetapi juga menjadi simbol pergeseran pendekatan industri mode global terhadap pengakuan asal-usul budaya dan keterlibatan langsung dengan komunitas perajin lokal. Dibuat langsung di India oleh perajin dari wilayah Maharashtra dan Karnataka, dua pusat produksi tradisional Kolhapuri Chappals, koleksi ini menggabungkan teknik kerajinan turun-temurun dengan material premium serta pendekatan desain khas Prada.
Dari Kontroversi ke Kolaborasi Nyata
Kehadiran koleksi ini tidak terlepas dari dinamika yang terjadi sebelumnya. Pada 2025, Prada sempat menghadapi kritik setelah menampilkan desain sandal serupa dalam peragaan busana di Milan tanpa secara eksplisit menyebut akar budayanya. Kritik tersebut memicu perdebatan luas mengenai apropriasi budaya dalam industri mode global.
Kini, melalui koleksi terbaru ini, Prada secara eksplisit mengakui inspirasi dari Kolhapuri Chappals, alas kaki tradisional India yang telah ada sejak berabad-abad lalu dan memiliki nilai sejarah serta identitas geografis yang kuat. Langkah ini dipandang sebagai upaya memperbaiki relasi dengan komunitas perajin sekaligus menetapkan standar baru dalam praktik kolaborasi global.
Kolaborasi ini juga melibatkan dua lembaga pemerintah India, yakni LIDCOM (Sant Rohidas Leather Industries and Charmakar Development Corporation Ltd) dan LIDKAR (Dr Babu Jagjivan Ram Leather Industries Development Corporation Ltd), yang berperan dalam menjaga dan mengembangkan industri kulit serta warisan Kolhapuri.
Bagian dari Strategi Global “Made In…”

Inisiatif ini menjadi bagian dari proyek jangka panjang Prada bertajuk “Made In…”, yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Program ini bertujuan mengidentifikasi dan bekerja sama dengan perajin terbaik di berbagai belahan dunia untuk menciptakan produk dengan kualitas tinggi yang melampaui batas geografis.
Dalam konteks India, pendekatan ini diterjemahkan menjadi kolaborasi yang tidak hanya fokus pada produk akhir, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem kerajinan itu sendiri.
Investasi Jangka Panjang

Sejalan dengan peluncuran koleksi, Prada juga mengumumkan program pelatihan komprehensif selama tiga tahun bagi para perajin dari delapan distrik penghasil Kolhapuri Chappals di India. Program ini akan menjangkau total 180 peserta dan dijalankan dalam modul enam bulanan.
Seluruh pendanaan program, termasuk yang berasal dari penjualan koleksi sandal ini, akan ditanggung penuh oleh Prada sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap pendidikan dan pelestarian budaya.
Kepala Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Prada Group, Lorenzo Bertelli, menyatakan, “Pendidikan adalah fondasi utama untuk memastikan bahwa kerajinan tetap hidup dan relevan. Melalui program pelatihan ini, kami menerjemahkan dialog budaya menjadi peluang nyata untuk pembelajaran dan pertumbuhan.”
Ia menambahkan, “Mendukung perajin melalui pelatihan terstruktur berarti menjaga pengetahuan, memperkuat komunitas lokal, serta memastikan bahwa kerajinan tradisional terus berkembang dan bertahan.”
Program ini dirancang bersama LIDCOM dan LIDKAR serta didukung oleh dua institusi pendidikan terkemuka, yakni National Institute of Fashion Technology (NIFT) dan Karnataka Institute of Leather & Fashion Technology (KILT), tempat pelatihan akan dilaksanakan.
Materi pelatihan mencakup dasar-dasar desain, keterampilan digital, pemahaman tren pasar, hingga proses lengkap dari pengembangan produk hingga kesiapan pasar. Pendekatan praktis menjadi fokus utama, dengan fasilitas studio lengkap untuk mendukung pembelajaran langsung.
Peluang Global bagi Perajin Lokal

Program pertama dijadwalkan dimulai pada musim panas 2026, dengan pendaftaran untuk 30 peserta awal dibuka pada Mei 2026. Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan di NIFT dan KILT, masing-masing 15 orang.
Nantinya, peserta terpilih dari setiap modul berkesempatan melanjutkan pelatihan di Prada Group Academy di Italia, di mana mereka akan belajar langsung dari para maestro Prada dan memperdalam keahlian teknis mereka.
Direktur Jenderal NIFT, Tanu Kashyap, menegaskan pentingnya momentum ini. “Sudah saatnya kerajinan tradisional India mendapatkan tempat yang layak di panggung dunia,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa program ini akan membantu membawa kerajinan tradisional India ke pasar global.
Sementara itu, Managing Director LIDCOM, Prerna Deshbhratar, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang. “Kolaborasi ini akan mendorong posisi global yang berkelanjutan bagi kerajinan tradisional kami, sekaligus membuka dialog desain lintas budaya dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para perajin,” katanya.
Menjembatani Tradisi dan Pasar Global
Inisiatif ini mencerminkan perubahan paradigma dalam industri fesyen global, dari eksploitasi inspirasi budaya menjadi kolaborasi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Dengan hanya sekitar 2.000 pasang yang diproduksi dan dipasarkan secara eksklusif, koleksi ini memang ditujukan untuk segmen premium. Namun, dampak yang lebih luas justru terletak pada upaya mengangkat kerajinan tradisional ke panggung global, sekaligus memastikan bahwa para perajin mendapatkan pengakuan dan manfaat yang lebih setara.
Dalam lanskap industri yang semakin menuntut transparansi dan etika, langkah Prada ini menunjukkan bahwa kemewahan modern tidak hanya tentang desain, tetapi juga tentang cerita, kolaborasi, dan tanggung jawab.
Author: Rafi Fadhilah
