By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
India News Desk
  • Home
  • Siaran Pers
  • Bisnis
    BisnisShow More
    Menyambungkan Pembeli, Penjual, dan UMKM dalam Satu Jaringan Terbuka ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026
    Februari 10, 2026
    Mempertemukan Ekosistem Logistik dan Keuangan dalam ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026
    Februari 10, 2026
    Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusi
    Februari 5, 2026
    Thermax EDGE Live® – Memberdayakan Operasi Pabrik yang Cerdas, Andal, dan Efisien
    Desember 17, 2025
    Meinhardt Indonesia Celebrates 50 Years, Strengthens Strategic Investments in National Infrastructure
    September 27, 2025
  • Teknologi
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Internasional
  • Olahraga
  • Media
    • Foto
    • Video
  • Media Monitoring
  • Company Directory
Reading: Menyusuri Jejak Jain Kuno di Udayagiri dan Khandagiri Caves, Bhubaneswar
Share
India News DeskIndia News Desk
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Wisata
  • Hiburan
  • Budaya
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Siaran Pers
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Internasional
  • Olahraga
  • Media
    • Foto
    • Video
  • Media Monitoring
  • Company Directory
Follow US
  • Advertise
© 2026 indianewsdesk.id. All Rights Reserved.
India News Desk > Blog > Wisata > Menyusuri Jejak Jain Kuno di Udayagiri dan Khandagiri Caves, Bhubaneswar
WisataInternasional

Menyusuri Jejak Jain Kuno di Udayagiri dan Khandagiri Caves, Bhubaneswar

Maret 4, 2026 11:42 am
Editor : Rafi Fadhilah
Share
4 Min Read
Wisatawan berfoto di Gua Udayagiri, Bhubaneswar, India. Foto: India News Desk/Rafi Fadhilah
SHARE

BHUBANESWAR (India News Desk) — Di bagian barat kota Bhubaneswar, berdiri dua bukit batu yang menjadi saksi bisu sejarah panjang India kuno: Udayagiri Caves dan Khandagiri Caves. Berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat kota, kompleks gua ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan monumen arkeologis penting yang merekam perkembangan agama Jain, seni pahat, dan politik India pada abad sebelum Masehi.

Contents
  • Warisan Abad ke-2 Sebelum Masehi
  • Rani Gumpha dan Relief Kerajaan
  • Arsitektur dan Spiritualitas
  • Pengalaman Berkunjung
  • Menyentuh Masa Lalu di Odisha

Warisan Abad ke-2 Sebelum Masehi

Wisatawan mengunjungi Gua Udayagiri dan Khandagiri yang berada di Bhubaneswar, India. Foto: India News Desk/Rafi Fadhilah

Udayagiri berarti “Bukit Matahari Terbit”, sementara Khandagiri berarti “Bukit Terbelah”. Kedua bukit ini dulunya merupakan bagian dari kawasan yang dikenal sebagai Kumari Parvata. Pada abad ke-2 sebelum Masehi, gua-gua tersebut dipahat sebagai tempat tinggal dan meditasi para pertapa Jain.

Pembangunan kompleks ini dikaitkan erat dengan pemerintahan Raja Kharavela dari Dinasti Mahameghavahana, penguasa Kalinga kuno. Namanya tercatat dalam prasasti terkenal di Gua Hathi atau Hathigumpha, yang menjadi salah satu sumber sejarah utama mengenai politik dan ekspansi Kalinga pada masa itu. Prasasti tersebut ditulis dalam aksara Brahmi dan memuat informasi tentang kebijakan, pembangunan publik, hingga kegiatan keagamaan sang raja.

Secara keseluruhan terdapat 33 gua yang masih tersisa hingga kini, dengan 18 gua di Udayagiri dan 15 di Khandagiri. Struktur gua umumnya sederhana, berupa ruang-ruang kecil dengan langit-langit rendah, dirancang untuk kehidupan asketik yang bersahaja.

Rani Gumpha dan Relief Kerajaan

Wisatawan mengunjungi Gua Udayagiri yang berada di Bhubaneswar, India. Foto: India News Desk/Rafi Fadhilah

Di antara seluruh gua, Rani Gumpha di Udayagiri adalah yang paling megah. Gua bertingkat dua ini menampilkan relief pahatan yang menggambarkan adegan kerajaan, prosesi, penari, hewan, serta motif dekoratif. Keberadaan relief tersebut menunjukkan bahwa selain fungsi religius, gua-gua ini juga memiliki dimensi artistik yang kuat.

Hathi Gumpha menjadi titik penting lainnya karena memuat prasasti Kharavela yang panjang dan detail. Sementara itu, Ganesh Gumpha dan Bagha Gumpha menampilkan pahatan figur hewan di bagian pintu masuk, termasuk bentuk menyerupai gajah dan harimau.

Di sisi lain, gua-gua di Khandagiri memperlihatkan pahatan simbol-simbol Jain, termasuk figur Tirthankara. Beberapa gua seperti Tatowa Gumpha dan Ananta Gumpha menyajikan ornamen yang lebih dekoratif, meskipun ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan kompleks utama di Udayagiri.

Arsitektur dan Spiritualitas

Wisatawan mengunjungi Gua Udayagiri yang berada di Bhubaneswar, India. Foto: India News Desk/Rafi Fadhilah

Secara arsitektural, gua-gua ini menunjukkan teknik pemahatan batu yang presisi untuk masanya. Ruang-ruang dibuat mengikuti kontur alami bukit, dengan teras kecil di bagian depan sebagai tempat berkumpul atau meditasi. Tidak ditemukan kemewahan berlebihan, yang mencerminkan prinsip hidup sederhana dalam ajaran Jain.

Keberadaan kompleks ini menegaskan bahwa wilayah Kalinga, yang kini menjadi bagian dari negara bagian Odisha, telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan intelektual jauh sebelum periode klasik India berkembang.

Pengalaman Berkunjung

Wisatawan mengunjungi Gua Udayagiri yang berada di Bhubaneswar, India. Foto: India News Desk/Rafi Fadhilah

Mengunjungi Udayagiri dan Khandagiri memberikan pengalaman berjalan kaki menyusuri lorong-lorong batu yang telah berusia lebih dari dua milenium. Dari puncak bukit, pengunjung dapat melihat lanskap kota Bhubaneswar yang kini dikenal sebagai “Kota Kuil” karena banyaknya kuil kuno di sekitarnya.

Situs ini dikelola sebagai kawasan warisan budaya dan menjadi salah satu destinasi utama di Odisha bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang tertarik pada sejarah dan arkeologi.

Menyentuh Masa Lalu di Odisha

Udayagiri dan Khandagiri bukan hanya rangkaian gua tua, melainkan arsip batu yang menyimpan narasi tentang kekuasaan, keyakinan, dan kreativitas manusia pada masa India kuno. Di tengah modernitas Bhubaneswar, dua bukit ini tetap berdiri sebagai pengingat bahwa peradaban besar pernah tumbuh dari kesederhanaan ruang-ruang sunyi di dalam batu.

 

 

Author: Rafi Fadhilah

Kamu mungkin juga menyukainya

Melihat Patung Buddha di Tengah Danau Ghora Katora
India Resmi Gelar Sensus Digital Terbesar dalam Sejarahnya
Visi India tentang Indo-Pasifik: Menjaga Stabilitas Maritim dan Mendorong Kemakmuran Bersama
Celah Batu dan Keteguhan: Melihat Sejarah Dashrath Manjhi Mountain, Bihar
TAGGED:BhubaneswarIndiaIndia News DeskJalan-Jalan IndiaKhandagiri CavesUdayagiri Caves
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article Menelusuri Jejak Sejarah Perang Kalinga di Bukit Dhauli
Next Article Menelusuri Jejak Sejarah di Gua Udayagiri dan Khandagiri
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

Artikel Terbaru

Guncangan Finansial yang Direkayasa di Indonesia 2026: Apa yang Dapat Dipelajari Lembaga Pemeringkat dari Transformasi Sistemik Indonesia
Lainnya
April 10, 2026
billie jean king cup 2026
India Kalah dari Indonesia di Billie Jean King Cup 2026, Persaingan Grup I Makin Ketat
Internasional Olahraga
April 10, 2026
kerja sama pendidikan Indonesia India
Indonesia–India Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi di Bidang Bisnis dan Ekonomi
Internasional Lainnya
April 9, 2026
india impor minyak iran
India Impor Minyak Iran Lagi Setelah 7 Tahun, Ini Dampaknya
Internasional
April 8, 2026
India News Desk
India News Desk

PT. Chairos International Ventures

Jl. Kemang Sel. No.98, RT.11/RW.4, Cilandak Tim., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Navigation

  • Beranda
  • Blog
  • Contact
  • Tentang Kami

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

Thank you. Check your inbox or spam folder to confirm your subscription.

© 2026 India News Desk. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?