BHUBANESWAR (India News Desk) — Di bagian barat kota Bhubaneswar, India, terdapat dua bukit batu bersejarah yang dikenal sebagai Udayagiri dan Khandagiri. Kompleks gua ini menjadi salah satu peninggalan arkeologi penting yang menggambarkan kehidupan keagamaan dan politik di wilayah Kalinga kuno, sekitar abad ke-2 sebelum Masehi. Tim India News Desk berkesempatan mengunjungi gua tersebut pada awal Desember 2025 lalu.
Nama Udayagiri berarti “Bukit Matahari Terbit”, sementara Khandagiri berarti “Bukit Terbelah”. Dahulu keduanya merupakan bagian dari kawasan kuno bernama Kumari Parvata. Pada masa itu, gua-gua dipahat langsung pada batu sebagai tempat tinggal dan meditasi para pertapa Jain. Hingga kini, masih tersisa sekitar 33 gua, dengan 18 gua berada di Udayagiri dan 15 lainnya di Khandagiri.
Sejarah kompleks ini erat kaitannya dengan Raja Kharavela dari Dinasti Mahameghavahana yang memerintah Kalinga. Salah satu sumber sejarah penting tentang pemerintahannya terdapat pada prasasti Hathigumpha yang dipahat di dinding gua menggunakan aksara Brahmi kuno. Prasasti tersebut mencatat berbagai pencapaian raja, termasuk pembangunan publik dan dukungannya terhadap kehidupan keagamaan.
Di antara banyak gua yang ada, Rani Gumpha menjadi yang paling menonjol. Gua dua tingkat ini memiliki relief pahatan yang menggambarkan prosesi kerajaan, penari, hewan, dan berbagai motif dekoratif. Relief tersebut menunjukkan bahwa tempat ini tidak hanya memiliki fungsi spiritual, tetapi juga menjadi ruang ekspresi seni pada masa India kuno.
Secara arsitektural, gua-gua di Udayagiri dan Khandagiri dibuat mengikuti bentuk alami bukit. Ruangannya sederhana dengan langit-langit rendah, mencerminkan gaya hidup asketik para pertapa Jain yang menekankan kesederhanaan. Hingga kini, situs ini tetap menjadi salah satu peninggalan penting yang menunjukkan bahwa wilayah Kalinga pernah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan intelektual di India kuno.
Saat ini, kompleks gua tersebut dilindungi sebagai situs warisan budaya dan menjadi destinasi populer bagi wisatawan yang ingin memahami sejarah awal peradaban India. Dari puncak bukitnya, pengunjung juga dapat melihat panorama kota Bhubaneswar yang dikenal sebagai “Kota Kuil”.















