Jakarta, 05 Februari 2026 — Indonesia bersiap meluncurkan infrastruktur perdagangan digital nasional baru yang bertujuan mendemokratisasi akses ke pasar digital serta mempercepat inklusi ekonomi bagi usaha kecil di seluruh nusantara.
Indonesia Economic Forum (IEF) hari ini mengumumkan akan menyelenggarakan acara “Curtain Raiser on Indonesia Open Network (ION)” pada 5 Februari 2026 di Mangkuluhur ARTOTEL, Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari 12th Annual Indonesia Economic Forum yang mengusung tema “The Digital Archipelago: Building Inclusive Digital Commerce Ecosystem”, dan akan mempertemukan pejabat senior pemerintah, pemimpin global ekosistem digital, serta para pemangku kepentingan industri.
Acara akan dibuka oleh Y.M. Mamman Abdurrahman, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, didampingi oleh Y.M. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital. Rangkaian kegiatan akan mencakup diskusi panel tingkat tinggi mengenai layanan keuangan, logistik, dan inovasi digital, yang kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers.
ION merupakan hasil langsung dari momentum kemitraan teknologi India–Indonesia yang dipicu oleh penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama Pengembangan Digital di New Delhi pada Januari 2025, bertepatan dengan kunjungan Prabowo–Modi. MoU tersebut membangun jembatan diplomatik dan implementatif yang kuat untuk berbagi pendekatan Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah teruji serta pembelajaran jaringan terbuka. Berlandaskan fondasi tersebut, ION dibentuk sebagai utilitas perdagangan digital terbuka yang digerakkan oleh sektor swasta namun berorientasi kepentingan publik—dipandu oleh para pemimpin yang berperan dalam membangun gerakan jaringan terbuka di India (termasuk kepemimpinan pendiri ONDC) serta dikembangkan melalui kolaborasi aktif dengan kementerian Indonesia dan mitra ekosistem.
Tokoh-tokoh terkemuka yang telah bergabung dalam ION Advisory Council antara lain Shinta Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO); Dr. Ilham A. Habibie, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII); Rudiantara, mantan Menteri Kominfo dan Presiden Komisaris Indosat Ooredoo Hutchison; Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia; Dr. R. S. Sharma, mantan Ketua ONDC; serta T. Koshy, Direktur Utama & CEO Pendiri ONDC, dengan sejumlah nama lain yang masih dalam proses konfirmasi.
Sementara itu, ION Steering Committee yang terdiri dari para profesional industri tengah dibentuk untuk mendukung proses perancangan, implementasi, dan adopsi ION, di antaranya Sachin V. Gopalan, Ronald Walla, Primus Dorimulu, Dr. Sonny H. Sudaryana, Dr. Bayu Prawira Hie, Dr. Rani Burchmore, dan lainnya.
ION: Model Baru untuk Perdagangan Inklusif
ION dirancang sebagai infrastruktur publik digital (DPI) yang terbuka dan interoperabel untuk memfasilitasi konektivitas yang mulus antara aplikasi pembeli, sistem penjual, platform logistik, layanan pembayaran, dan berbagai layanan digital lainnya—tanpa mengunci partisipan pada satu marketplace atau platform proprietari. Inisiatif ini bertujuan mengurangi fragmentasi dan menciptakan lapisan netral perdagangan digital yang memungkinkan UMKM, koperasi, petani kecil, perajin, dan pelaku usaha lokal berpartisipasi dalam ekonomi digital secara lebih adil dan berskala.
Berbeda dengan platform e-commerce tradisional yang beroperasi sebagai marketplace tertutup, jaringan terbuka seperti ION menggunakan protokol teknis bersama dan kerangka tata kelola untuk memungkinkan interoperabilitas lintas sistem dan layanan.
Preseden Global dan Model Pembanding
Dorongan Indonesia untuk membangun jaringan perdagangan terbuka terinspirasi oleh berbagai upaya global dalam pengembangan infrastruktur publik digital dan perdagangan berbasis jaringan terbuka.
Salah satu contoh paling menonjol adalah Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India yang diluncurkan pada 2021. ONDC dibangun untuk memecah sekat antarplatform e-commerce dengan memungkinkan pembeli dan penjual bertransaksi lintas berbagai aplikasi dan layanan menggunakan protokol terbuka bersama. Dalam empat tahun pertamanya, ONDC telah memfasilitasi ratusan juta transaksi dan berekspansi dari ritel ke mobilitas, logistik, dan layanan keuangan—membantu pedagang kecil memperoleh akses pasar yang lebih luas sekaligus mendorong persaingan dengan platform mapan.
Laporan terbaru yang melacak UMKM di kota-kota Tier II dan Tier III di India menunjukkan bahwa pelaku usaha mengalami kenaikan pendapatan rata-rata sebesar 20 persen setelah bergabung dengan jaringan ONDC—indikasi bahwa akses pasar digital melalui ONDC berujung pada manfaat ekonomi nyata bagi penjual kecil.
ONDC sendiri merupakan bagian dari rangkaian infrastruktur publik digital India yang lebih luas—sering disebut sebagai India Stack, yang mencakup sistem terbuka untuk verifikasi identitas, pembayaran digital, repositori dokumen, dan berbagi data.
Di luar Asia Selatan, model infrastruktur publik digital berkembang dalam berbagai bentuk. Di Eropa Utara, X-Road di Estonia menyediakan lapisan pertukaran data terbuka yang memungkinkan berbagi informasi yang aman dan terstandar antara layanan publik dan swasta, sehingga mendorong interoperabilitas lintas sistem.
Di Uni Eropa, inisiatif seperti Gaia-X membangun infrastruktur data terfederasi untuk mendorong pertukaran data tepercaya lintas sektor dengan tetap menjaga kedaulatan data dan interoperabilitas.
Di sektor pembayaran, sistem pembayaran real-time Pix di Brasil telah menjadi salah satu rel digital yang paling banyak digunakan, mendukung transaksi yang mulus dan berbiaya rendah bagi perdagangan dan keuangan. Demikian pula, sistem uang seluler seperti M-Pesa di Kenya secara efektif telah menjadi infrastruktur digital de facto bagi aktivitas ekonomi, meski tanpa standar yang sepenuhnya dipimpin pemerintah.
Contoh-contoh ini menegaskan tren global menuju kerangka digital yang interoperabel, yang menurunkan hambatan partisipasi, meningkatkan persaingan, dan mendukung inklusi—khususnya bagi usaha kecil dan kelompok yang kurang terlayani.
Kemitraan Strategis dan Pendekatan Operasional
Didukung oleh kemitraan dengan institusi publik utama seperti KemenUMKM, KomDigi, Kemendag, Kedutaan Besar India, APINDO, dan ALDEI, ION berupaya menyelaraskan strategi pemberdayaan UMKM nasional dan pengembangan ekosistem digital Indonesia dengan infrastruktur perdagangan digital yang interoperabel.
Dalam pelaksanaan operasionalnya, ION berencana untuk: (1) berintegrasi dengan program digitalisasi nasional dan institusional yang telah ada, termasuk SAPA UMKM; (2) menarik ekosistem konsumen berskala besar sebagai pendorong permintaan dalam jaringan; dan (3) mengaktifkan perdagangan digital hiper-lokal melalui kolaborasi dengan ekosistem aplikasi KomDigi dan asosiasi logistik.
Jaringan ini dikembangkan bersama mitra teknologi dan ekosistem seperti Google, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Networks for Humanity, COSS, dan SequelString, guna memastikan infrastruktur yang aman, skalabel, dan berbasis protokol untuk mendukung perdagangan digital nasional.
Ke Depan
Melalui ION, Indonesia memposisikan diri di garis depan generasi baru infrastruktur perdagangan digital—yang menggabungkan tata kelola berorientasi kepentingan publik dengan standar terbuka untuk memperluas peluang ekonomi, meningkatkan persaingan, serta mengintegrasikan jutaan usaha mikro dan kecil ke dalam ekonomi digital.
Kontak Media (IEF / ION Curtain Raiser):
Tika Widianingsih — tika@chairos.id | +62 857-2011-7256
Tentang Indonesia Economic Forum (IEF)
Indonesia Economic Forum mempertemukan para pemimpin dari sektor kebijakan, industri, keuangan, dan teknologi untuk mendorong prioritas ekonomi nasional dan regional melalui dialog, kemitraan, dan inisiatif yang dapat ditindaklanjuti.
