JAKARTA, 12 Februari 2025 – Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman mengumumkan pembentukan Makhana Board (Dewan Makhana) untuk mendorong produksi, proses dan pemasaran kacang rubah yang merupakan nama lain dari makhana.
Pengumuman anggaran dari program tersebut memiliki keistimewaan untuk berbagai alasan. Bagi sebagian orang, anggaran ini memberikan keringanan pajak, sedangkan bagi yang lain menjadi fokus pada ilmu pengetahuan dan pengembangan. Namun, anggaran ini juga sangat penting bagi Bihar lantaran negara bagian tersebut akan menerima berbagai inisiatif penting.
Bihar merupakan produsen terbesar kacang ini di India, menyumbang 80 persen dari pasokan negara, meskipun negara bagian ini kesulitan memanfaatkan permintaan global yang semakin meningkat untuk superfood ini.
“Dewan ini akan memberikan bantuan dan dukungan pelatihan kepada para petani makhana dan juga akan bekerja untuk memastikan bahwa mereka menerima manfaat dari semua skema pemerintah yang relevan,” tutur Menkeu Nirmala.
Makhana telah meraih popularitas hanya dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini dapat dikreditkan ke berbagai faktor, namun ketenarannya tidak hanya terbatas di India tetapi juga telah menarik perhatian di Barat. Data menunjukkan bahwa India merupakan eksportir makhana terbesar di dunia. Dalam tahun fiskal 2023-2024, India telah mengekspor kurang lebih 25.130 ton metrik makhana. Importir terbesarnya antara lain AS, Kanada dan Australia.
Salah satu alasan reputasi makhana yang terus berkembang adalah nilai nutrisinya. Kerap direferensikan sebagai makanan super, makhana dikemas dengan nutrisi penting yang menjadi bahan untuk diet yang seimbang. Menurut Ketua dan Anggota Pendiri dari NDFCI (Dewan Kacang-kacangan dan Buah-buahan Kering India), Rajeev Pabreja, makhana merupakan pilihan yang sangat baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan karena memiliki protein tinggi. “Dengan kadar antioksidan dan flavonoid yang tinggi, makhana membantu memerangi peradangan dan penuaan,” tambahnya.
Selain mengatur berat badan dan kesehatan jantung, makhana dapat membantu saluran pencernaan. “Kandungan seratnya yang tinggi membantu mengatur gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin,” kata ahli gizi kedokteran fungsional dan pendidik gaya hidup, Karishma Chawla.
Kepala Ahli Gizi Klinis di Fortis Memorial Research, Deepti Khatuja, menyoroti bahwa makhana memiliki banyak protein, lemak sehat (omega 3), vitamin, mineral dan antioksidan. “Mereka kaya akan folat, serat, dan mineral penting seperti magnesium, fosfor, tembaga, zat besi, zinc, dan vitamin B1, B2, dan B3 dan selenium. Banyak dari zat ini memerankan peran penting dalam menguatkan sistem imun dan meningkatkan kesehatan jantung,” jelasnya.
Dengan sejumlah manfaat kesehatan dan kenaikan tren cemilan sehat, popularitas makhana semakin meningkat. Alasan lainnya di balik daya tarik global makhana adalah upaya dari pengusaha dan merek India yang memasarkannya sebagai alternatif yang lebih sehat untuk kudapan sehat.
Chief Commercial Officer Snackpure, merek penjual makhana dan kacang-kacangan lainnya Aashutosh Aggarwal, mengatakan, “Berbagai influencer kesehatan dan gaya hidup telah mengadvokasi keuntungan nutrisi dari makhana. Baru-baru ini, makhana mendapat perhatian media yang cukup besar setelah Nikhil Kamath, co-founder dari Zerodha, menekankan potensinya sebagai makanan super.”
Selain Snackpure, Taali Foods yang diciptakan oleh lulusan Harvard, Aditya Sameer Kaji dan Aarti Kaji, juga menawarkan kudapan dengan makhana yang terlaris di luar negeri. Ide bisnis mereka berawal dari pengalaman mereka, yakni membawa makhana sebanyak-banyaknya dari India ke kampus mereka. Taali mengatakan makhana diberi rasa Sriracha dan Keju Cheddar agar orang-orang tertarik untuk mencobanya dan menempatkan makhana di supermarket besar.
Pada 2022, pemerintah India meraih penghargaan Geographical Indication (GI) yang bergengsi kepada Mithila Makhana, sehingga akan menjadi wilayah penghasil makhana yang paling dikenal secara turun temurun di Bihar. Nama “Mithila Makhana” tidak hanya sebuah judul, namun juga menghindari penyalahgunaan nama, mendorong nilai pasar, memastikan pemasukan yang adil bagi petani sambil membuka jalan untuk meningkatkan ekspor.
Makhana tumbuh di lahan rawan banjir di Mithila dan sebagian Nepal, dengan kombinasi tanah, air, dan iklim yang ideal, serta didukung tradisi pertanian yang diwariskan turun-temurun. Dengan pengakuan ini, lebih dari 500.000 petani di Bihar berpotensi mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih sejahtera. Makhana kini sejajar dengan produk India lainnya yang mendapat pengakuan GI, seperti Teh Darjeeling dan Nasi Basmati, serta semakin dikenal sebagai superfood premium di dunia.
Petani di Bihar telah menjadi tantangan ini sebagai kesempatan untuk menanam makhana dengan proses penanaman yang dimulai pada Maret-April ketika biji-biji disebar dalam genangan air. Saat tanaman tumbuh, daunnya mengambang di permukaan sementara bijinya masih di bawah. Pada musim hujan, airnya terkuras, menampakkan ribuan biji berwarna hitam seperti kelereng, yang karenanya dijuluki ‘berlian hitam’.
Para ahli percaya bahwa dengan pembentukan Dewan Makhana dan dukungan pemerintah, produksi dapat disederhanakan, memastikan harga yang lebih adil dan mata pencaharian yang lebih baik bagi para petani. Dengan pasar makhana global yang diproyeksikan akan mencapai 177,7 juta dolar AS pada tahun 2025, inisiatif ini dapat secara signifikan meningkatkan industri makanan India.
