NEW DELHI (India News Desk) — Di tengah kepadatan lalu lintas dan ritme cepat ibu kota India, Humayun’s Tomb menghadirkan pengalaman yang berbeda. Tim India News Desk mendapat kesempatan mengunjungi situs tersebut pada awal bulan Desember 2025. Kompleks makam berusia hampir lima abad ini menawarkan ruang tenang untuk menelusuri sejarah panjang Kekaisaran Mughal, sekaligus menikmati keindahan arsitektur yang menjadi pondasi bagi bangunan-bangunan monumental India di masa berikutnya.
Pintu Masuk ke Sejarah Mughal

Humayun’s Tomb dibangun pada 1570 atas perintah Permaisuri Haji Begum untuk mengenang Kaisar Humayun, penguasa kedua Dinasti Mughal. Begitu memasuki area kompleks, pengunjung langsung disambut tata taman simetris bergaya Persia yang dikenal sebagai charbagh. Jalur pejalan kaki, kolam air, dan hamparan rumput tersusun rapi, menciptakan suasana yang kontras dengan hiruk-pikuk New Delhi di luar pagar kompleks.
Tata ruang ini tidak sekadar estetika. Dalam tradisi Mughal, taman dirancang sebagai representasi surga, sebuah simbol ketenangan dan keseimbangan yang diharapkan menyertai peristirahatan terakhir sang kaisar.
Arsitektur yang Menjadi Cikal Bakal Taj Mahal

Bangunan utama Humayun’s Tomb menjulang dengan kubah besar berlapis marmer putih, berpadu dengan batu pasir merah yang mendominasi dinding dan struktur bangunan. Proporsi yang seimbang, lengkungan-lengkungan megah, serta detail geometris memperlihatkan pengaruh kuat arsitektur Persia dan Asia Tengah.
Banyak sejarawan menyebut Humayun’s Tomb sebagai pendahulu Taj Mahal. Meski demikian, makam ini memiliki karakter yang berbeda. Jika Taj Mahal identik dengan kisah cinta, Humayun’s Tomb mencerminkan fase awal konsolidasi kekuasaan Mughal. Di sinilah bahasa arsitektur Mughal mulai terbentuk sebelum mencapai puncaknya pada abad berikutnya.
Menyusuri Kompleks yang Penuh Detail

Selain bangunan utama, kompleks Humayun’s Tomb juga menaungi sejumlah makam anggota keluarga kerajaan dan pejabat penting. Setiap sudut menyimpan detail yang menarik untuk diamati, mulai dari ukiran batu, pola lantai, hingga kisi-kisi yang memungkinkan cahaya matahari masuk secara dramatis ke dalam ruang.
Pada pagi atau sore hari, permainan cahaya dan bayangan menciptakan suasana yang tenang sekaligus fotogenik. Banyak pengunjung memilih berjalan perlahan, menikmati detail arsitektur tanpa terburu-buru, seolah waktu bergerak lebih lambat di dalam kompleks ini.
Warisan Dunia di Tengah Kota Modern
Humayun’s Tomb telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi salah satu contoh terbaik arsitektur Mughal awal. Upaya restorasi yang dilakukan selama bertahun-tahun menjaga keaslian bangunan, sekaligus memastikan kawasan ini tetap terawat dan dapat diakses publik.
Keberadaan situs ini di tengah kota modern menunjukkan lapisan sejarah New Delhi yang kompleks. Masa lalu dan masa kini berdampingan, menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya visual, tetapi juga reflektif.
Ruang Tenang bagi Wisatawan

Bagi wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi India, Humayun’s Tomb menawarkan pengenalan yang ideal terhadap sejarah dan budaya Mughal. Lokasinya relatif lebih tenang dibandingkan monumen populer lain, sehingga cocok untuk menikmati situs bersejarah tanpa keramaian berlebihan.
Saat melangkah keluar dari kompleks, pengunjung membawa lebih dari sekadar foto. Humayun’s Tomb meninggalkan kesan mendalam tentang kejayaan masa lalu, ketelitian seni bangunan, dan cara sejarah tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Author: Rafi Fadhilah
