BODH GAYA (India News Desk) — Tidak jauh dari pusat spiritual Bodh Gaya, Dungeshwari Hills menawarkan pengalaman yang lebih sunyi dan reflektif. Bukit berbatu yang juga dikenal sebagai Pragbodhi Hill ini memiliki makna penting dalam sejarah Buddhisme, sebagai tempat Siddhartha Gautama menjalani masa pertapaan dan meditasi keras sebelum mencapai pencerahan.
Berbeda dengan kompleks candi dan vihara besar di Bodh Gaya, Dungeshwari terasa lebih alami dan sederhana. Lanskapnya yang kering dan berbatu seakan menegaskan bahwa tempat ini bukan tujuan wisata biasa, melainkan ruang perenungan.
Perjalanan Menuju Puncak Bukit

Setibanya di area parkir di kaki bukit, perjalanan menuju Dungeshwari Cave harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Pengunjung perlu melakukan hiking singkat melalui jalur batu yang menanjak. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, anak tangga yang tidak rata dan kontur jalan yang menanjak membutuhkan tenaga ekstra, terutama saat cuaca panas.
Bagi pengunjung lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik, tersedia jasa angkut yang dikelola warga setempat. Dengan alat angkut sederhana, para peziarah tetap dapat mencapai puncak tanpa harus berjalan sendiri. Kehadiran layanan ini membuat situs suci ini tetap inklusif tanpa menghilangkan karakter alaminya.
Gua Tempat Meditasi Sang Buddha

Di puncak Dungeshwari Hills terdapat Dungeshwari Cave, yang diyakini sebagai tempat Siddhartha Gautama melakukan meditasi ekstrem. Menurut tradisi Buddhis, ia menghabiskan beberapa tahun di gua ini dengan menjalani pertapaan keras, membatasi makan dan menahan penderitaan fisik demi mencari kebenaran spiritual.
Di dalam gua yang sempit dan temaram, terdapat patung Buddha dalam kondisi tubuh yang sangat kurus, melambangkan fase asketisme yang ekstrem. Di tempat inilah Siddhartha menyadari bahwa penyiksaan diri bukanlah jalan menuju pencerahan. Kesadaran ini kemudian melahirkan ajaran Jalan Tengah.
Titik Balik Menuju Pencerahan

Dungeshwari Hills menandai titik penting dalam perjalanan spiritual Sang Buddha. Setelah meninggalkan gua ini, Siddhartha menuju Sungai Niranjana untuk memulihkan tubuhnya, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bodh Gaya dan mencapai pencerahan di bawah Pohon Bodhi.
Karena itu, Dungeshwari sering dipandang sebagai tempat transisi spiritual, lokasi di mana pemahaman mendalam mulai terbentuk, meski pencerahan belum sepenuhnya dicapai.
Tenang, Sunyi, dan Sarat Makna

Dari puncak bukit, pengunjung dapat menikmati pemandangan dataran di sekitar Bodh Gaya. Bendera doa yang berkibar tertiup angin serta suasana yang relatif sepi menjadikan tempat ini ideal untuk bermeditasi atau sekadar merenung.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari, saat suhu lebih bersahabat dan cahaya matahari memberi nuansa lembut pada perbukitan.
Perjalanan yang Menguji Fisik dan Batin

Dungeshwari Hills dan Cave bukanlah destinasi yang bisa dicapai dengan mudah. Hiking singkat menuju puncak menjadi bagian dari pengalaman, sejalan dengan kisah perjuangan fisik dan batin yang pernah dijalani Sang Buddha di tempat ini. Namun, keberadaan jasa angkut memastikan bahwa setiap peziarah tetap memiliki akses ke situs yang penuh makna ini.
Bagi wisatawan yang menjelajahi Bodh Gaya, Dungeshwari Hills menawarkan pelajaran berharga tentang keseimbangan, kesabaran, dan makna perjalanan spiritual.
Author: Rafi Fadhilah
