Jakarta, 28 Mei 2025 — Delegasi Parlemen Semua Partai dari India yang dipimpin oleh Anggota Parlemen senior, Shri Sanjay Kumar Jha, resmi memulai kunjungan mereka ke Indonesia sebagai bagian dari upaya diplomasi India dalam kampanye global bertajuk #OperationSindoor. Kunjungan ini membawa misi penting: memperkuat persahabatan strategis dengan Indonesia, sekaligus menyampaikan pesan tegas India dalam menolak segala bentuk terorisme.
Dalam hari pertama kunjungannya, delegasi langsung disambut hangat oleh para pemimpin parlemen Indonesia. Mereka menggelar pertemuan dengan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, dan Ketua Grup Persahabatan Parlemen Indonesia-India, Muhammad Rofiqi, S.H.
Pertemuan tersebut berlangsung penuh semangat dan keterbukaan. Delegasi India menyampaikan keprihatinan mereka atas meningkatnya aksi teror di kawasan Asia Selatan, termasuk serangan baru-baru ini terhadap warga sipil tak berdosa di Pahalgam. India menegaskan sikap “zero tolerance” terhadap terorisme dan berharap mendapat dukungan dari Indonesia dalam menyuarakan sikap yang sama di berbagai forum internasional.
Pihak Indonesia menyambut baik pesan tersebut. Dalam pernyataannya, para pejabat parlemen Indonesia menegaskan bahwa Indonesia secara konsisten mengecam aksi terorisme dan mendukung penyelesaian konflik melalui dialog, bukan kekerasan. “Terorisme adalah tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan,” tegas mereka. Sikap ini selaras dengan pendekatan India yang tak mentoleransi tindakan ekstremis dalam bentuk apa pun.
Pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN: Perkuat Suara Kawasan

Selain berdialog dengan parlemen Indonesia, delegasi India juga berkunjung ke Sekretariat ASEAN dan melakukan pertemuan resmi dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn. Dalam pertemuan itu, Dr. Kao memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif Parlemen India dalam kerja sama kawasan, terutama sebagai pengamat di Majelis Antar-Parlemen ASEAN (AIPA).
Dr. Kao menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam memperkuat prioritas regional ASEAN, serta menyambut erat kemitraan strategis komprehensif antara India dan ASEAN. Mereka juga bertukar pandangan mengenai kejahatan lintas negara, termasuk upaya memerangi terorisme dan ekstremisme kekerasan di kawasan.
Dukungan dari Wakil Menteri Luar Negeri RI: Komitmen Bersama Melawan Teror

Masih di hari yang sama, delegasi India diterima oleh Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arief Havas Oegroseno. Dalam pertemuan ini, delegasi menyampaikan kekhawatiran atas serangan teror di Pahalgam yang dinilai sebagai upaya untuk memecah belah masyarakat dan mengganggu perdamaian.
Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama India dalam melawan terorisme. Bapak Havas Oegroseno menyampaikan bahwa Indonesia juga menganut pendekatan “zero tolerance” terhadap terorisme dan siap memperkuat kerja sama bilateral di bidang ini—termasuk lewat pelatihan bersama, pertukaran informasi intelijen, serta penguatan kapasitas menghadapi kejahatan lintas negara.
Simbol Persahabatan dan Komitmen Global

Kunjungan hari pertama ini bukan sekadar pertemuan formalitas diplomatik. Kehadiran delegasi parlemen lintas partai dari India menunjukkan betapa seriusnya India dalam memperkuat hubungan dengan Indonesia—sebagai sahabat lama dan mitra strategis di kawasan.

Melalui diplomasi parlemen dan kerja sama kawasan, India dan Indonesia tidak hanya mempererat ikatan bilateral, tetapi juga menyampaikan pesan yang kuat kepada dunia: bahwa melawan terorisme adalah tanggung jawab bersama, dan persahabatan yang dibangun atas dasar nilai-nilai kemanusiaan harus terus diperkuat demi stabilitas global.
