JAKARTA, IndiaNewsDesk.id – Tata Motors telah menggabungkan kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) dengan teknologi mutakhir yang dimilikinya guna meningkatkan keselamatan dalam berkendara bagi penumpang dan pengguna jalan yang rentan.
Perusahaan yang memiliki anak usaha seperti pabrikan otomotif asal Inggris, Land Rover dan Jaguar, dan Korea Selatan, Tata Daewoo, ini mengadopsi pendekatan komprehensif yang membahas keselamatan sebelum, selama dan usai kecelakaan.
Langkah yang dimiliki antara lain tindakan pencegahan pra-kecelakaan, manajemen saat kecelakaan terjadi dan dukungan pasca kecelakaan. Secara historis, peringkat keselamatan seperti Global New Car Assessment Program (GNCAP) berfokus pada performa saat kecelakaan terjadi, mengevaluasi cedera dan memberikan skor berdasarkan ambang batas. Tata Motors memperluas pendekatannya berdasarkan penekanan teknologi pencegahan kecelakaan.
Kepala Bagian Produk, Mohan Savankar, mengatakan, “Integrasi AI mencakup tiga domain: penginderaan, pemikiran, dan tindakan. Penginderaan melibatkan pendeteksian di sekeliling, kondisi jalan, dan pergerakan kendaraan menggunakan radar dan kamera. Beberapa / sejumlah pabrikan hanya bergantung pada kamera, namun kami memperkerjakan kombinasi radar dan kamera untuk memastikan performa di bawah berbagai kondisi, termasuk kabut dan hujan.”
Proses pengambilan keputusan dalam pencegahan kecelakaan ini engandalkan sistem komputasi yang mampu memproses data dalam kurun waktu milisekon. AI mendukung pendeteksi dan pengklasifikasian objek, mendatangkan tantangan yang spesifik terhadap kondisi jalan di India, seperti mengidetifikasi skuter dengan beberapa penumpang atau kendaraan yang tidak nyaman.
Perusahaan itu menggunakan machine learning (ML) untuk respons yang cepat dan tepat dengan proses yang historis beserta data waktu nyata tanpa mengandalkan data eksternal, sehingga pembuat keputusan akan lebih ditingkatkan.
Selain mendeteksi kendaraan yang tidak nyaman dan skuter, Tata Motors menggunakan AI untuk mengidentifikasi pejalan kaki dan jalanan yang tidak bermarka agar dapat memastikan bahwa sistemnya efektif dalam konteks lokal.
Menurut perusahan itu, keselamatan menjadi bagian dari fokus Tata Motors sejak pembentukan laboratorium keselamatan pada 1997 sebelum merilis mobil pertamanya, Indica, pada 1998. Integrasi fitur keselamatan telah diimplementasikan tanpa kenaikan biaya yang signifikan.
Tata Motors memang sudah memiliki sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dan fitur-fitur seperti E-Call dan B-Call, yang menyediakan dukungan kerusakan atau situasi yang berkaitan dengan kesehatan. Perusahaan itu terus memperkenalkan fitur keselamatan berbasis teknologi yang mudah di akses bagi para konsumen di India, khususnya dalam beberapa model seperti Nexon.
