JAKARTA, 10 Februari 2025 – Jhal Muri, kudapan yang terbuat dari nasi kembung dengan campuran rempah-rempah, sayur-mayur dan minyak mustard, menjadi identik dengan budaya jajanan jalanan Bengal yang berwarna.
Ditemukan di setiap sudut jalan, dari pasar yang ramai hingga pinggir sungai yang tenang, hidangan sederhana namun berwarna ini berubah menjadi bagian dari identitas Bengal yang ikonik. Jhalmuri bukan hanya kudapan biasa, namun menjadi simbol warisan kuliner di wilayah tersebut dengan cita rasa yang berani dan tajam.
Dilansir dari The Indian Express, ahli kuliner dari Kolkata, Snehasish Das, mengatakan, “Jhal Muri menjadi ikonik di Bengal karena kesederhanaan, aksesibilitas, adaptibilitasnya. Sebagai kudapan yang cepat, mudah dibawa, kudapan itu cocok dengan lingkungan perkotaan Bengal yang ramai, khususnya bagi para pekerja dan komuter.”
Ia menambahkan para pedagang menggunakan “bahan-bahan lokal yang tersedia” seperti nasi kembung, minyak mustard dan rempah-rempah, di mana harganya tidak mahal dan mudah disiapkan. Hidangan ini dapat disesuaikan dengan tingkat kepedasan atau bahan-bahan tambahan seperti kacang-kacangan atau kelapa, sehingga rasa yang dimunculkan lebih beragam.
Sifat hidangan yang ramah untuk di jalan yang mudah disiapkan, dikemas dan dimakan tanpa alat makan, di mana kudapan ini menjadi hidangan favorit yang praktis di pasar-pasar dan stasiun kereta api yang sibuk di Bengal, di mana pilihan makanan untuk dibawa-bawa sangat dicari. Makanan ini memuaskan rasa lapar sekaligus ringan, menyegarkan, dan murah, sehingga dapat diakses oleh orang-orang dari semua latar belakang sosial ekonomi,” jelasnya.
Das mengungkap, “Asal muasal jhal muri dapat dilacak ke zaman kolonial di Bengal ketika infrastruktur dan perdagangan Inggris membuka akses terhadap bahan-bahan makanan, termasuk nasi kembung, yang diproduksi massal sebagai makanan ringan pokok.
Pengaruh tradisi pedesaan Bengal yang memakan nasi kembung (yang dikenal sebagai muri secara lokal) dalam berbagai bentuk kedepannya berkontribusi dalam naiknya jhal muri sebagai kudapan populer, Das menambahkan, “Kereta api Inggris memegang peran penting dalam penyebarannya, karena para pedagang akan menjual jhal muri kepada para penumpang di stasiun kereta api, menawarkan makanan yang cepat dan mudah untuk para pelancong.”
Das menjelaskan penggunaan minyak mustard dalam jhal muri mendefinisikan karakteristik yang mengikat hidangan yang erat dengan identitas hidangan Bengal. Minyak mustard dikenal dengan rasa yang kuat dan menyengat yang digunakan dalam rumah tangga Bengal untuk masak dan menghias. Masuknya jhal muri menambahkan elemen tajam dan berapi-api pada hidangan yang langsung dikenali sebagai hidangan khas Bengali.
Ia berkata, “Selain itu, penggunaan cabai, ketumbar, chaat masala, dan jus lemon menyeimbankan rasa, membuat hidangan ini ringan namun beraroma. Bahan-bahan tersebut tidak hanya mencerminkan praktik agrikultur Bengali namun juga menunjukkan tradisi wilayah yang kaya menggunakan rempah-rempah yang berani dan bersemangat dalam masakan sehari-hari.”
Muri juga merupakan simbol pedesaan Bengal, di mana bahan itu dapat dikonsumsi selama berabad-abad sebagai makanan ringan pokok, bahan sarapan atau jajanan jalanan, membuat hidangan itu serbaguna dan tertanam dalam budaya makanan di wilayah tersebut.
