JAKARTA, 14 Maret 2025 – Holi adalah festival Hindu yang meriah dan penuh kegembiraan yang dirayakan di India dan di antara komunitas Hindu di seluruh dunia. Festival ini menandakan penyambutan musim semi dan kemenangan kebaikan atas kejahatan, sekaligus merayakan cinta dan persatuan. Pada 2025, Holika Dahan dirayakan pada 13 Maret dan Dhulandi atau Rang Wali Holi akan dirayakan pada 14 Maret.
Holi terkenal dikaitkan dengan cinta suci antara Dewa Krishna dan Radha. Menurut legenda, Krishna yang dikenal akan sifatnya yang suka bermain-main, memberikan warna di wajah Radha sebagai tanda kasih sayang. Interaksi yang suka bermain dan penuh warna antara Krishna dan para penyembahnya diperagakan kembali selama perayaan Holi, yang melambangkan perayaan cinta dan kegembiraan.
Holi menandakan berakhirnya musim dingin dan datangnya musim semi. Perayaan ini merupakan perayaan pembaruan musim yang melambangkan awal baru, kehidupan dan harapan. Musim semi melambangkan kesuburan, peremajaan, dan kemeriahan alam yang tercermin dalam perayaan yang penuh warna.
Holi juga memperingati kemenangan Dewa Wisnu dalam inkarnasinya sebagai Narasimha, atas raja iblis Hiranyakashipu yang ingin membunuh putranya sendiri, Prahlad, karena menjadi seorang pemuja Wisnu. Rencana jahat Hiranyakashipu gagal dan Prahlad terlindungi. Holika, iblis wanita yang ingin membunuh Prahlad dengan membakarnya dalam api, juga dibakar. Pembakaran Holika dilambangkan melalui ritual Holika Dahan pada malam menjelang Holi.
Perayaan Holi dimulai dengan Holika Dahan, yakni sebuah ritual simbolis pada malam sebelum perayaan utama. Orang-orang berkumpul di sekitar api unggun besar untuk menandai pembakaran Holika yang melambangkan penghancuran kejahatan.
Aspek utama dan paling menggembirakan dari Holi adalah saling melempar bubuk warna-warni (gulal) dan air. Orang-orang dari semua umur berkumpul, menyebarkan kebahagiaan dengan menutupi satu sama lain dengan warna-warni.
Holi ditandai dengan atmosfer yang hidup dengan musik tradisional, tarian, dan nyanyian. Orang-orang memainkan drum, menyanyikan lagu-lagu Holi, dan menari di jalanan. Momen ini menjadi waktu untuk bersosialisasi, mengunjungi teman dan keluarga, serta membagikan makanan hari raya seperti gujiya (pangsit manis yang diisi dengan buah kering dan manisan.
Seiring berjalannya waktu, Holi telah berevolusi menjadi perayaan global. Berawal dari festival religius, festival ini menjadi acara sekuler yang dirayakan orang-orang dari segala umur, latar belakang dan agama, terutama di negara yang populasi orang India-nya lebih banyak. Asal muasal Holi dapat ditelusuri kembali ke kitab Hindu kuno.
Festival ini terkait dengan beberapa legenda, salah satu yang paling dikenal adalah Prahlad dan Hiranyakashipu. Aspek penting lainnya adalah kisah cinta dari Radha dan Krishna yang menjadi bagian penting dalam perayaan Holi, khususnya di wilayah Mathura dan Vrindavan di mana Krishna menghabiskan masa kecilnya.
