Jakarta (India News Desk) — Buku berjudul Majapahit karya Herald Van Der Linde mengisahkan kebangkitan dan keruntuhan kerajaan besar Hindu di Nusantara tersebut. Dalam buku tersebut, Herald menjelaskan bahwa Kerajaan Majapahit berawal dari sejarah sebuah kerajaan yang bernama Singasari. Proses perkembangan ini diawali oleh interaksi pedagang India yang berlabuh di Sumatra dan kemudian berpindah ke Jawa selama berabad-abad. Rangkaian peristiwa penting seperti ekspedisi Mongol, runtuhnya Singasari, berdirinya Majapahit, hingga serangan Kesultanan Demak kemudian membentuk dinamika kekuasaan di wilayah tersebut.
Buku ini menjelaskan, jika nama “Majapahit” berasal dari pohon yang bernama pohon “Maja” pohon ini tumbuh subur di daerah tersebut, namun memiliki buah yang rasanya pahit. Kerajaan Majapahit berkembang pesat dari berbagai sektor pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk dan raja tersebut memiliki seorang komandan militer muda yang hebat, bernama Gajah Mada. Saat itu, Kerajaan Majapahit berhasil menyatukan Thailand Selatan, termasuk Phuket, Semenanjung Malaysia Selatan, Sumatra, Jawa, Bali, Timur, hingga Irian Jaya, dan Filipina Selatan ke dalam wilayah kekuasaannya.
Setelah kematian Raja Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Kerajaan Majapahit mulai memasuki masa kemundurannya.Tahun 1527, Kesultanan Demak menyerang Kerajaan Majapahit, hingga kebudayaan yang sudah ada, arsitektur candi khas kerajaan itu rata dengan tanah, dan era Kerajaan Majapahit tergantikan oleh Kesultanan Demak.

Penggabungan budaya Barat dan Timur yang menghasilkan sejarah panjang dilakukan oleh para pedagang melalui sebuah jalan yang disebut jalan sutra. Dalam buku karya William Dalrymple “The Golden Road”, menjelaskan konsep jalan sutra yang menghubungkan Laut Mediterania dan Laut China Selatan yang menjadikan tempat penghubung budaya antara timur dan barat. Menurut William di dalam bukunya, terdapat perubahan tentang konsep jalan sutra, jalan sutra pada era klasik melewati India sebagai pemeran utama di jalan ini. Ada tiga gagasan yang mempengaruhi hal ini, seperti pengaruh agama Buddha, penyebaran raja-raja Hindu dan bahasa sanskerta, serta karya-karya sastra klasik.
India sangat berperan penting dalam jalur sutra klasik, penyebaran budaya India terjadi saat masa pemerintahan raja Budha yang bernama Ashoka, jejaknya menyebar di dataran Asia Tenggara dan terabadikan di dalam prasasti di Yunani. Tahun 998 di Eropa dan dataran Arab, angka India yang berasal dari tulisan Veda mulai dipergunakan, namun orang-orang Eropa menyebutnya sebagai angka Arab, sedangkan orang Arab menyebutnya sebagai angka India.
Buku ini menegaskan bahwa India memiliki peran penting dalam tonggak sejarah, kebudayaannya tersebar melalui jalan sutra hingga ke Eropa dan Asia. Arsitektur, karya sastra, hingga bahasa yang dikenal berawal dari kebudayaan India.
Author: Muhammad Fadril
