JAKARTA, IndiaNewsDesk.id – Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Tirta Nugraha Mursitama, mengungkapkan bahwa India telah berinvestasi US$ 722,4 juta di Indonesia dalam lima tahun terakhir, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 65%. Sejak 2019, India menjadi salah satu dari 30 negara terbesar penyumbang investasi asing langsung (FDI) di Indonesia.
Tirta menyebutkan bahwa sektor hotel dan restoran menerima investasi terbesar, yaitu US$ 227,6 juta, diikuti sektor perdagangan dan perbaikan dengan US$ 122 juta, serta industri tekstil sebesar US$ 98,5 juta. Jawa Barat menjadi wilayah utama penerima investasi, dengan US$ 153,8 juta, yang mencakup 68% dari total investasi India.
“Pertumbuhan investasi India sangat signifikan, terutama pada tahun 2023, yang melampaui dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dari US$ 127,6 juta menjadi US$ 275,4 juta,” ujar Tirta dalam India Indonesia Investment Synergy Forum di Jakarta pada Jumat (6/12/2024).
Ia juga memprediksi bahwa investasi India di Indonesia akan terus meningkat, terutama dengan adanya minat dari investor India untuk masuk ke sektor kesehatan. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menambahkan bahwa investor India akan memfokuskan investasi pada sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia.
Kementerian BKPM mencatat tiga sektor utama yang akan menjadi fokus kolaborasi antara India dan Indonesia: kesehatan, dengan rencana mendatangkan profesor India untuk mengajar di Indonesia dan meningkatkan investasi di industri farmasi; pendidikan, untuk mendorong lebih banyak pelajar Indonesia belajar di India; serta impor beras, yang akan dibahas lebih lanjut oleh kedua negara.

Sandeep juga menyoroti program kesehatan di India, seperti Jan Ausahadi, yang menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau bagi masyarakat miskin, dan berharap model serupa bisa diterapkan di Indonesia. Ia menyatakan bahwa beberapa perusahaan farmasi India sudah berencana untuk berinvestasi di Indonesia untuk membantu menurunkan biaya perawatan kesehatan di negara ini.
Dengan potensi yang terus berkembang, Tirta berharap India dapat masuk dalam daftar 10 besar negara penyumbang FDI di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
