By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
India News Desk
  • Home
  • Siaran Pers
  • Bisnis
    BisnisShow More
    Menyambungkan Pembeli, Penjual, dan UMKM dalam Satu Jaringan Terbuka ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026
    Februari 10, 2026
    Mempertemukan Ekosistem Logistik dan Keuangan dalam ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026
    Februari 10, 2026
    Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusi
    Februari 5, 2026
    Thermax EDGE Live® – Memberdayakan Operasi Pabrik yang Cerdas, Andal, dan Efisien
    Desember 17, 2025
    Meinhardt Indonesia Celebrates 50 Years, Strengthens Strategic Investments in National Infrastructure
    September 27, 2025
  • Teknologi
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Internasional
  • Olahraga
  • Media
    • Foto
    • Video
  • Media Monitoring
  • Company Directory
Reading: Narendra Modi Serukan Gaya Hidup Hemat di Tengah Krisis Timur Tengah, Warga India Diminta Kurangi BBM hingga Tunda Pernikahan di Luar Negeri
Share
India News DeskIndia News Desk
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Wisata
  • Hiburan
  • Budaya
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Siaran Pers
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Internasional
  • Olahraga
  • Media
    • Foto
    • Video
  • Media Monitoring
  • Company Directory
Follow US
  • Advertise
© 2026 indianewsdesk.id. All Rights Reserved.
India News Desk > Blog > Internasional > Narendra Modi Serukan Gaya Hidup Hemat di Tengah Krisis Timur Tengah, Warga India Diminta Kurangi BBM hingga Tunda Pernikahan di Luar Negeri
Internasional

Narendra Modi Serukan Gaya Hidup Hemat di Tengah Krisis Timur Tengah, Warga India Diminta Kurangi BBM hingga Tunda Pernikahan di Luar Negeri

Mei 11, 2026 3:16 pm
Editor : Rafi Fadhilah
Share
6 Min Read
Narendra Modi
SHARE

Jakarta (India News Desk) — Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan langkah penghematan nasional di tengah gejolak ekonomi global akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Dalam pidatonya di Hyderabad, Modi meminta masyarakat India mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, membatasi pengeluaran non-prioritas, hingga kembali menerapkan pola kerja dari rumah atau work from home (WFH) seperti saat pandemi Covid-19.

Contents
WFH hingga Transportasi Umum Kembali DidorongWarga Diminta Tunda Liburan dan Pernikahan di Luar NegeriPetani Diminta Kurangi Pupuk KimiaSelat Hormuz Jadi Titik Krisis Dunia

Seruan tersebut muncul ketika ketegangan di kawasan Teluk terus mengganggu rantai pasok dunia dan memicu lonjakan harga energi internasional. Krisis yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel disebut telah memberi dampak besar terhadap perdagangan global, terutama setelah terganggunya jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Dalam pidatonya, Modi menekankan bahwa patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui pengorbanan di medan perang, tetapi juga melalui sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Patriotisme bukan hanya soal kesediaan mengorbankan nyawa di perbatasan. Dalam situasi seperti sekarang, patriotisme berarti hidup secara bertanggung jawab dan menjalankan kewajiban kepada negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Modi.

Ia menilai masyarakat memiliki peran penting untuk membantu India menghadapi tekanan ekonomi global yang dipicu konflik internasional, kenaikan harga impor, dan gangguan distribusi energi.

WFH hingga Transportasi Umum Kembali Didorong

Sebagai bagian dari langkah penghematan nasional, Modi meminta masyarakat mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak. Ia mendorong warga menggunakan transportasi umum seperti metro, melakukan car pooling, serta memanfaatkan kereta api untuk distribusi barang.

Pemerintah India juga kembali mengangkat pola efisiensi yang pernah diterapkan saat pandemi Covid-19. Modi menilai kebiasaan seperti rapat daring, konferensi virtual, dan bekerja dari rumah dapat membantu menekan konsumsi energi nasional.

“Pada masa Corona, kita menerapkan work from home, pertemuan daring, konferensi video, dan mengembangkan banyak sistem seperti itu,” kata Modi.

“Kita juga sudah terbiasa dengan itu.”

Menurutnya, langkah tersebut kini perlu kembali dijalankan sebagai bentuk kepentingan nasional.

“Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai kembali kebiasaan itu karena hal tersebut akan menjadi kepentingan nasional,” lanjutnya.

Selain itu, Modi juga mengajak masyarakat mempercepat penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Warga Diminta Tunda Liburan dan Pernikahan di Luar Negeri

Tidak hanya sektor energi, Modi juga menyoroti pentingnya menjaga cadangan devisa negara. Ia meminta masyarakat mengurangi perjalanan luar negeri yang tidak mendesak, termasuk menggelar pernikahan di luar negeri yang dinilai menguras devisa.

Pemerintah India bahkan meminta masyarakat menunda pembelian emas non-esensial selama satu tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap impor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah kenaikan harga global.

Modi juga mengajak masyarakat lebih memilih produk dalam negeri, mulai dari barang kebutuhan sehari-hari seperti tas, sepatu, hingga aksesori buatan lokal.

Di sektor pangan, ia meminta keluarga mengurangi konsumsi minyak goreng demi menghemat impor sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Bensin dan solar kini menjadi sangat mahal di seluruh dunia,” kata Modi.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menghemat devisa yang digunakan membeli bensin dan solar dengan cara mengurangi konsumsinya,” tambahnya.

Petani Diminta Kurangi Pupuk Kimia

Dalam pidato yang sama, Modi turut menyoroti sektor pertanian sebagai bagian penting dari strategi penghematan nasional India. Ia meminta petani mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen dan mulai beralih ke praktik pertanian alami.

Selain itu, Modi juga mendorong penggunaan pompa irigasi tenaga surya untuk menggantikan pompa diesel di lahan pertanian.

“Kita harus mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga setengahnya dan bergerak menuju pertanian alami,” ujar Modi.

“Dengan cara itu, kita dapat menghemat devisa sekaligus melindungi lahan pertanian dan bumi,” tambahnya.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye pemerintah India untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Selat Hormuz Jadi Titik Krisis Dunia

Situasi ekonomi global semakin tertekan setelah Selat Hormuz, jalur laut penting bagi distribusi minyak dunia, mengalami gangguan serius selama lebih dari dua bulan.

Konflik bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Teheran kemudian membalas dengan meningkatkan tekanan di kawasan Teluk, termasuk terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut. Gangguan di kawasan itu membuat harga minyak melonjak taja m dan memicu kenaikan biaya impor berbagai negara, termasuk India.

Iran juga dikabarkan akan mengenakan pajak terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan akan mencegat kapal yang membayar biaya tersebut kepada Teheran. Ketegangan itu membuat situasi semakin rumit dan memicu kekhawatiran dunia internasional.

Organisasi Maritim Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (IMO) menyebut sekitar 1.500 kapal beserta awaknya kini terjebak di kawasan Teluk akibat blokade Iran. Di sisi lain, sejumlah negara Barat seperti Inggris dan Prancis mulai membahas pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran tersebut.

 

 

Author: Rafi Fadhilah

Kamu mungkin juga menyukainya

Menyusuri Kedamaian di Vishwa Shanti Stupa, Rajgir
Menjahit Sejarah Dua Bangsa lewat Tekstil dalam “Waves Across the Oceans”
Renault Triber Produksi India Tawarkan Harga Terjangkau, Fitur Makin Merata di Semua Varian
Voices of Tomorrow Special Session Bahas Gejolak Timur Tengah dan Tantangan Jurnalisme Global
TAGGED:Ekonomi GlobalHarga MinyakIndiaIranIsraelkrisis energiNarendra ModiSelat HormuzTimur TengahWFH
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article Vivo X300 FE Vivo X300 FE Resmi Meluncur di India, Tawarkan Performa Flagship dan Kamera Zeiss dalam Desain Ringkas
Next Article ASEAN-India Bazaar 2026 ASEAN–India Bazaar 2026 Hadir di Jakarta, Satukan Budaya, Bisnis, dan Komunitas dalam Satu Perayaan
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

Artikel Terbaru

IBCA Summit 2026
India Dorong Aliansi Global untuk Lindungi Kucing Besar Dunia lewat IBCA Summit 2026
Internasional
Mei 15, 2026
Sugiono
Menlu RI Sugiono Tiba di India untuk Hadiri BRICS FMM 2026
Internasional
Mei 13, 2026
ASEAN-India Bazaar 2026
ASEAN–India Bazaar 2026 Hadir di Jakarta, Satukan Budaya, Bisnis, dan Komunitas dalam Satu Perayaan
Internasional Budaya
Mei 12, 2026
Vivo X300 FE
Vivo X300 FE Resmi Meluncur di India, Tawarkan Performa Flagship dan Kamera Zeiss dalam Desain Ringkas
Internasional Teknologi
Mei 8, 2026
India News Desk
India News Desk

PT. Chairos International Ventures

Jl. Kemang Sel. No.98, RT.11/RW.4, Cilandak Tim., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Navigation

  • Beranda
  • Blog
  • Contact
  • Tentang Kami

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

Thank you. Check your inbox or spam folder to confirm your subscription.

© 2026 India News Desk. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?