JAKARTA — Buku The Art of Omong Kosong: Politik Kantor, Rahasia Sukses Kerja, dan Bisnis resmi diluncurkan dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Gramedia Jalma, Jalan Melawai, Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Acara ini menghadirkan penulis buku Hasto Suprayogo serta Sachin Vijaya Gopalan, Founder dan CEO Indonesia Economic Forum, dengan Hisa Audrina sebagai host.
Dalam peluncuran tersebut, Hasto Suprayogo mengungkapkan bahwa gagasan buku ini lahir dari pengalamannya menghadapi kesenjangan antara idealisme dan realitas dunia kerja. Menurutnya, banyak orang memasuki dunia profesional dengan keyakinan bahwa kerja keras dan kompetensi akan selalu berbanding lurus dengan hasil.

“Banyak dari kita masuk dunia kerja dengan idealisme tinggi, tapi kemudian menyadari ada jarak antara apa yang kita yakini dan realitas yang kita hadapi setiap hari,” ujar Hasto.
Ia menegaskan bahwa politik kantor merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Politik, menurutnya, bukan sekadar intrik atau permainan kekuasaan, melainkan realitas yang mempengaruhi keberlangsungan karir seseorang.
“Politik di kantor itu nyata dan berpengaruh langsung pada hidup kita. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal bagaimana kita bisa bertahan dan berkembang,” kata Hasto.
Lebih jauh, Hasto menjelaskan bahwa buku The Art of Omong Kosong berusaha mengajak pembaca mengubah cara pandang terhadap politik kantor. Idealisme tetap penting, namun harus diimbangi dengan pemahaman terhadap kondisi nyata di lapangan.
“Memiliki idealisme itu penting, tapi kita juga perlu sadar bahwa idealisme saja tidak cukup untuk bertahan di dunia profesional,” ujarnya.
Salah satu konsep utama yang diangkat dalam buku ini adalah peran small talk atau yang ia sebut sebagai “omong kosong”. Menurut Hasto, percakapan ringan sering kali menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan, membaca situasi, dan memahami relasi kekuasaan di tempat kerja.
“Omong kosong atau small talk sering diremehkan, padahal justru di sanalah kita mulai memahami dinamika politik di kantor,” kata Hasto.

Pandangan tersebut diamini oleh Sachin Vijaya Gopalan. Ia menilai politik bukanlah sesuatu yang eksklusif terjadi di ruang kekuasaan atau pemerintahan, melainkan hadir dalam setiap relasi manusia.
“Di mana ada manusia, di situ ada politik. Politik adalah cara kita berurusan dengan orang lain, baik di kantor, keluarga, maupun lingkungan sosial,” ujar Sachin.
Sachin menambahkan bahwa kemampuan membangun relasi, membaca situasi, dan menyesuaikan perilaku merupakan keterampilan penting dalam dunia profesional. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan sebagai fondasi utama dalam bekerja sama dengan siapa pun, termasuk atasan dan kolega.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta. Salah satu isu yang mengemuka adalah bagaimana menunjukkan kinerja dan membangun pengaruh tanpa dicap negatif oleh lingkungan sekitar. Menanggapi hal tersebut, Hasto menekankan pentingnya tidak terjebak pada persepsi orang lain.
“Semakin kita berkembang dan berada di posisi yang lebih tinggi, semakin besar pula potensi gesekan dan kecemburuan. Itu hal yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Acara peluncuran ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatanganan buku. Melalui The Art of Omong Kosong, Hasto Suprayogo berharap pembaca dapat lebih sadar dan siap menghadapi dinamika politik dalam kehidupan profesional, bukan dengan ketakutan, melainkan dengan pemahaman dan strategi yang matang.
