Jakarta (India News Desk) – India menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi keuangan dengan Indonesia melalui hadirnya Duta Besar India untuk Indonesia Sandip Chakravorty serta CEO Bombay Stock Exchange (BSE) Sundararaman Ramamurthy dalam acara InvestorTrust Capital Market Outlook 2026 yang digelar di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Forum ini menjadi momentum penting yang menampilkan bagaimana India melihat potensi besar untuk mengintegrasikan teknologi pasar modal dengan Indonesia.
Dua Ekonomi Besar yang Seharusnya Lebih Terhubung

Dalam sambutan pembuka, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menekankan urgensi kolaborasi dua negara, “Ada air gap antara pasar keuangan India dan Indonesia. Kita tidak belajar cukup banyak satu sama lain, padahal potensinya besar sekali.”
Ia menambahkan bahwa Indonesia dan India memiliki struktur ekonomi yang mirip, terutama karena keduanya digerakkan oleh pasar domestik yang kuat, “Kita adalah dua negara besar dengan DNA ekonomi yang serupa. Justru itu kita seharusnya bekerja lebih dekat, bukan berjalan sendiri-sendiri.”
Tiga Agenda Prioritas India untuk Integrasi Finansial
India menyampaikan tiga agenda utama yang sedang dipercepat dan dinilai akan memberikan dampak langsung pada konektivitas keuangan dua negara.
- Local Currency Settlement Rupee–Rupiah
India dan Indonesia sedang memasuki tahap akhir implementasi penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal. Inisiatif ini memungkinkan transaksi perdagangan, investasi, dan remitansi dilakukan tanpa bergantung pada dolar AS.
“Local currency settlement akan mengurangi biaya transaksi dan membuat arus dagang jauh lebih efisien,” ujar Dubes Chakravorty.
Bagi India, kerja sama ini juga membuka ruang untuk memperluas penggunaan rupee secara internasional dan memperkuat stabilitas finansial kawasan.
- Integrasi UPI–QRIS
India dan Indonesia tengah mempersiapkan integrasi dua sistem pembayaran nasional, Unified Payments Interface (UPI) milik India dan QRIS milik Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan pembayaran lintas negara yang cepat, murah, dan mudah.
“Kami ingin wisatawan Indonesia memakai QRIS di India, dan wisatawan India memakai UPI di Indonesia. Diskusinya sangat maju,” kata Dubes India.
Integrasi ini tidak hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga membuka peluang besar bagi UMKM, operator turisme, hingga eksportir–importir untuk melakukan transaksi langsung tanpa biaya tinggi.
- Knowledge Sharing Teknologi Pasar Modal
Meliputi mutual fund, SME board, infrastruktur perdagangan, hingga AI untuk pengawasan pasar, India menilai Indonesia berada di fase pertumbuhan yang mirip dengan India satu dekade lalu, sehingga model pengembangan India bisa sangat relevan.
“Apa pun yang Indonesia butuhkan, kami siap berbagi. Pengalaman kami sudah terbukti dan bisa langsung diaplikasikan,” tegas Dubes India.
Teknologi sebagai Motor Pertumbuhan Pasar Modal

CEO Bombay Stock Exchange, Sundararaman Ramamurthy memperkuat pesan bahwa inklusi dan keamanan pasar modal hanya dapat dicapai melalui digitalisasi. Ia menyampaikan gambaran bagaimana BSE mengelola sistem berkecepatan tinggi dengan kapasitas jutaan transaksi per detik.
“Investor hanya butuh empat hal: mudah masuk, mudah keluar, return yang masuk akal, dan rasa aman. Teknologi memberikan keempatnya,” ujarnya.
Ramamurthy juga menekankan keberhasilan India dalam memperluas basis investor ritel melalui pendekatan digital, “Onboarding investor di India hanya lima menit. Inilah yang memungkinkan kami mencapai 225 juta investor ritel.”
Ia menyebutkan bahwa pendekatan India bukan teori, tetapi terbukti berhasil dalam skala besar dan sangat relevan untuk Indonesia.
Indonesia Dianggap Siap Melakukan Lompatan Digital
Bagi India, Indonesia berada pada titik yang sangat mirip dengan posisi India satu dekade lalu, sebuah fase ketika teknologi mulai menembus semua lapisan ekonomi dan membuka jalan bagi perubahan besar. Sundararaman Ramamurthy menggambarkan Indonesia sebagai negara yang “sedang menunggu akselerasi berikutnya,” dengan semua elemen dasar yang sudah ada dan tinggal disatukan oleh kebijakan serta infrastruktur digital yang tepat.
Ia menilai kombinasi demografi muda Indonesia, penetrasi pembayaran digital yang terus meningkat, serta adopsi cepat terhadap layanan fintech menempatkan Indonesia pada jalur yang sangat ideal untuk transformasi pasar modal berbasis teknologi.
“Indonesia punya populasi muda, pasar yang besar, dan pertumbuhan yang stabil. Ini bukan sekadar potensi. Ini fondasi nyata untuk lompatan digital,” ujarnya.
Ia menutup dengan optimisme bahwa perjalanan transformasi Indonesia bisa berlangsung lebih cepat karena Indonesia kini memiliki keuntungan belajar dari pengalaman India.
“Apa yang kami lakukan dalam sepuluh tahun, Indonesia bisa capai dalam waktu lebih singkat dengan dukungan teknologi yang sudah tersedia. Ini saatnya Indonesia mengambil lompatan berikutnya.”
India Siap Tumbuh Bersama Indonesia

Acara InvestorTrust Capital Market Outlook 2026 menjelaskan komitmen India untuk memperkuat konektivitas keuangan dan berbagi pengalaman dalam modernisasi pasar modal.
“India ingin melihat Indonesia tumbuh bersama kami. Kolaborasi ini bukan hanya ekonomi, tetapi masa depan dua negara,” tutup Dubes Sandeep Chakravorty.
Dengan dukungan teknologi dan integrasi sistem, India meyakini kerjasama ini dapat membawa manfaat besar bagi stabilitas pasar modal dan pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Author: Rafi Fadhilah
