JAKARTA—Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan alami, jamu—minuman herbal tradisional Indonesia—kembali mendapat tempat istimewa. Tak sekadar warisan budaya, jamu kini diakui sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap kesehatan yang menggabungkan fisik, mental, dan spiritual. Tapi bagaimana cara terbaik mengintegrasikan jamu ke dalam rutinitas harian kita agar manfaatnya terasa maksimal?
1. Mulai Pagi dengan Jamu Pembersih Tubuh
Pagi hari adalah waktu terbaik untuk mengkonsumsi jamu yang berfungsi detoksifikasi. Pilihan seperti kunyit asam atau temulawak dapat membantu membersihkan sistem pencernaan, meningkatkan metabolisme, dan memberikan energi alami tanpa kafein. Konsumsilah sebelum sarapan, setidaknya 15-30 menit sebelumnya.
2. Sesuaikan Jenis Jamu dengan Kebutuhan Tubuh
Salah satu keunggulan jamu adalah variasinya yang sangat beragam. Misalnya:
- Kunyit asam: cocok untuk wanita yang mengalami nyeri haid atau ingin meningkatkan antioksidan.
- Beras kencur: bagus untuk meningkatkan nafsu makan dan meredakan pegal-pegal.
- Temulawak: membantu menjaga kesehatan hati dan pencernaan.
- Jahe merah: baik untuk menghangatkan tubuh dan memperkuat sistem imun.
Identifikasi kebutuhan tubuh Anda, lalu pilih jenis jamu yang paling relevan.
3. Jadikan Jamu Bagian dari Ritual Self-Care
Mengkonsumsi jamu tak harus terburu-buru. Jadikan ini sebagai momen mindfulness. Sajikan dalam cangkir favorit, duduk tenang di pagi atau sore hari, dan hirup aromanya sebelum meneguk. Ini akan membantu menenangkan pikiran sekaligus menyehatkan tubuh.
4. Kombinasikan dengan Pola Hidup Sehat
Manfaat jamu akan lebih terasa jika dikombinasikan dengan pola hidup yang seimbang, seperti:
- Tidur cukup
- Konsumsi makanan bergizi
- Olahraga ringan seperti yoga atau jalan kaki
- Meditasi atau journaling untuk kesehatan mental
Jamu bukan solusi instan, tapi penunjang jangka panjang yang efektif jika dikonsumsi rutin dan konsisten.
5. Buat Sendiri di Rumah untuk Hasil Terbaik
Membuat jamu sendiri memberi kontrol penuh terhadap bahan yang digunakan, memastikan kesegarannya tanpa bahan pengawet. Cukup gunakan bahan segar seperti kunyit, jahe, asam jawa, gula aren, dan air. Rebus, saring, dan simpan dalam botol kaca di kulkas untuk konsumsi 3–5 hari ke depan.
Penutup
Mengintegrasikan jamu ke dalam rutinitas harian adalah bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal sekaligus investasi kesehatan jangka panjang. Dengan memilih jenis jamu yang sesuai, menjadikannya bagian dari ritual self-care, dan mendukungnya dengan gaya hidup sehat, Anda bisa merasakan manfaat maksimal dari minuman tradisional ini—baik untuk tubuh, pikiran, maupun jiwa.
Baca artikel seputar wellness lainnya di indianewsdek.id
