JAKARTA, 12 Maret 2025 – Merasa lesu? Kulit terlihat kusam? Amla menjadi jawaban Anda. Gooseberry dari India yang sebesar bola karambol ini memberikan manfaat kesehatan. Amla mengandung banyak zat baik, di antaranya vitamin C dan antioksidan.
Namun demikian, manakah amla yang lebih banyak mendatangkan manfaat? Apakah yang mentah, bubuk atau kering? Apakah dari tiga di antara macam amla tersebut memiliki sisi buruk? Berikut ini perbandingannya.
Amla mentah
Amla mentah menjadi cara alami untuk menikmati makanan super ini karena dikonsumsi dalam bentuk masih segar. Sehingga, vitamin, mineral dan antioksidan alami masih terkandung di dalamnya. Amla segar kaya akan vitamin C dibandingkan jeruk, dimana hal ini membantu mengencangkan kulit dan menguatkan sistem imun.
Serat alaminya dapat membantu kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit. Antioksidan yang dimiliki dapat membantu pengembangan rambut dan mencegah kerontokan rambut. Amla juga membantu kesehatan jantung dan mengendalikan tingkat kolesterol dalam tubuh. Namun, amla memiliki rasa asam yang kuat di mana orang-orang sulit untuk memakannya langsung. Jika tidak disimpan dengan benar, maka amla akan rusak.
Bubuk amla
Bubuk amla dibuat dengan cara dikeringkan dan digiling. Pilihan amla ini menjadi populer karena memiliki masa simpan yang panjang dan dapat dicampur dengan air, madu atau smoothies. Meskipun kandungan vitamin C-nya berkurang, jumlah antioksidan dan mineralnya masih terjaga.
Bubuk amla kerap digunakan dalam Ayurveda untuk mengurangi berat badan dan meningkatkan metabolisme. Bubuk ini baik untuk kulit dan rambut baik dari dalam maupun luar agar kulit lebih bersih dan rambut lebih kuat. Lebih lanjut, amla bubuk dapat menyeimbangkan tingkat keasaman dalam tubuh dan menjadi detoks untuk hati. Kelemahan bubuk amla adalah berkurangnya kandungan vitamin C saat proses pengeringan, sehingga kurang ampuh dibandingkan amla segar.
Amla kering
Amla kering dibuat dengan cara mengeringkan amla segar. Sebagian amla dibuat menjadi manisan, sementara lainnya hanya dikeringkan dengan sinar matahari. Kandungan seratnya masih utuh, sehingga kesehatan usus masih dapat terbantu. Amla kering dapat mencegah anemia dan meningkatkan produksi sel darah merah. Amla jenis ini mudah dimakan sebagai kudapan, terlebih jika menjadi menu diet.
Jika amla kering dibuat menjadi manisan, maka terdapat gula yang menjadi tambahan yang mengurangi manfaat kesehatannya. Proses pengeringan juga menurunkan kadar vitamin C secara signifikan dibandingkan amla mentah.
Jadi, amla mentah menjadi pilihan tersehat untuk mendapat vitamin C antioksidan dan kaya akan nutrisi. Bubuk amla menjadi solusi teraman dan lebih lama disimpan untuk manfaat kesehatan. Amla kering menjadi bantuan pencernaan dan kudapan jika tidak manis. Manisan amla sebaiknya dihindari.
