JAKARTA, 7 Februari 2025 – Festival Film India atau Indian Film Festival (IFF) 2025 akan digelar pada 7-9 Februari 2025. Salah satu film yang akan tayang di IFF 2025 adalah “English Vinglish”. Aktris Ayu Azhari berkontribusi dalam Indian Film Festival 2025. Kali ini, Ayu menjadi dubber (penyulih suara) untuk film yang dibintangi oleh Sridevi tersebut.
Dipilihnya Ayu menjadi dubber merupakan andil dari Direktur Cinema Art, Sharad Sharan. “Ketika kamu melihat ‘English Vinglish’, film itu merupakan film yang bagus untuk ditonton dan salah satu yang terpenting dari film ini dubbingnya telah dilakukan oleh Ayu Azhari. Ia merupakan aktris yang terkenal dan ia menyukai Sridevi. Jadi, ia mengatakan ‘aku akan melakukan apapun. Aku akan melakukan dubbing untuk film ini’,” jelasnya.
Ayu merasa senang dengan kesempatan ini dan mempelajari kualitas aktingnya. “Alhamdulillah rasanya aku senang, belajar banyak tentang kualitas akting beliau sangat mendalam dan menghayati. Kebetulan sering lihat beberapa filmnya, baca ttg beliau dan ini kan artis kawakan, berprestasi,” kata Ayu usai Press Briefing Indian Film Festival di Kedutaan Besar India di Jakarta, Kamis (6/2).
Untuk prosesnya, Ayu mengungkap dirinya baru pertama kali melakukan dubbing suara orang lain, meskipun pernah mengisi sedikit demi sedikit dan kali ini untuk pemeran utama. “Itu fun banget. Seneng banget aku kadang-kadang kalau lagi syuting tiba-tiba ada suara figuran ibu-ibu aku ingat di film Ibunda,” ceritanya.
Selama menjadi dubber, Ayu terus mengingat dan meniru suara orang lain, di antaranya suara ibu-ibu yang membeli 1 liter minyak goreng di warung sembako agar lebih lancar. Ayu mengungkap suara yang akan dikeluarkan untuk dubbing menyerupai suara ibunya atau putrinya, Isabel Azhari. Namun, Ayu membutuhkan penyesuaian dan membutuhkan kacamata untuk membaca skripnya.
“Permulaannya aku takut. Aku pikir sekarang pakai kacamata, rabun ayam, dan sekarang mungkin ada teknologi jadi lebih mudah. Cuma penghayatan tetap,” tambahnya. Selain itu, Ayu juga menitikkan air mata lantaran cerita filmnya membuat ia terharu. “Mencoba menghayati suara yang dia perankan gitu. Enjoy aja seneng. Alhamdulillah,” tuturnya.
Ayu mengungkap proses dubbingnya cukup memakan waktu satu hari jika diteruskan hingga sehari penuh. Namun, Ayu melakukannya dari pagi hingga keesokan harinya sambil memberikan kesempatan bagi orang lain. “Kalau dipaksain satu hari selesai, tapi aku ambil santai. Jadinya satu hari dari pagi sampai magrib besoknya lagi. Pagi atau hari nextnya. Kasih kesempatan buat orang lain ngisi baru aku setengah hari dari pagi sampai habis shalat Ashar selesai,” paparnya.
Dari kerja kerasnya sebagai dubber, Ayu berharap banyak produser dari India yang ingin bekerja sama dengan sineas Indonesia. “Siapa tahu film Indonesia bisa digemari di pasar India yang luas. Tapi yang jelas ikatan persaudaraannya dulu biar saling mengenal lagi,” harapnya.
Ayu menilai perfilman Indonesia masih jauh dari kata “industri” seperti di India dengan istilah Bollywood-nya, di mana penonton film dan jumlah penduduk India hampir sama besarnya. Sehingga, Ayu menyayangkan hal itu dan menurutnya, Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam memproduksi film yang lebih baik.
