Jakarta – Karma Naach adalah tarian tradisional yang digelar setiap tahun dalam Festival Karma di India Timur, termasuk di Chhattisgarh, Jharkhand, Madhya Pradesh, Odisha, dan West Bengal. Para penari membentuk lingkaran dan saling berpegangan pada pinggang satu sama lain, menari mengelilingi pohon Karma yang dianggap membawa keberuntungan dan kemakmuran. Tarian ini dilakukan untuk menyambut musim semi dan merayakan penanaman pohon baru.
Festival Karma yang berlangsung setiap Agustus melibatkan pria dan wanita dalam tarian yang penuh semangat. Para penari mengelilingi pohon Karma, bertukar cabang pohon, dan melaksanakan ritual penyucian dengan mencuci cabang pohon menggunakan air beras dan susu. Tarian ini juga menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.
Musik yang mengiringi Karma Naach menggunakan alat tradisional seperti Thumki, Chhalla, dan drum timki yang memberikan ritme kuat untuk mendukung gerakan penari. Para penari bergerak dengan penuh energi, saling berpegangan dan menari mengikuti irama musik yang dinamis. Gerakan tarian ini menuntut keterampilan tinggi, di mana pria melompat maju dan wanita menunduk rendah.
Karma Naach tidak hanya menjadi bagian dari perayaan lokal, tetapi juga mendapatkan pengakuan internasional. Pada tahun 2021, lebih dari 3.000 orang mengikuti tarian ini dalam perayaan terbesar yang tercatat dalam Guinness World Records, menjadikannya simbol kebudayaan India yang semakin dikenal di seluruh dunia.
